Koma.id- Presiden Ke-7 Joko Widodo angkat suara terkait kemunculan kapal pengangkut bijih nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yang disebut-sebut memiliki inisial “JKW” dan dikaitkan dengan dirinya. Saat dimintai tanggapan, Jokowi menjawab santai dan berseloroh menyambut baik jika inisial tersebut dianggap merujuk pada dirinya.
“Kalau ada tulisan JKW, kemudian diartikan milik saya. Ya senang banget saya, alhamdulillah punya kapal,” ujar Jokowi dikutip.
Presiden ke-7 RI itu menyebut inisial JKW bukanlah hal yang luar biasa dan umum dijumpai di berbagai kendaraan, mulai dari truk hingga bus. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menafsirkan secara berlebihan.
“Nanti ada truk, ada tulisannya JKW lagi. Oh, itu miliknya Pak Jokowi, alhamdulillah lagi. Nanti ada apa lagi?” ujarnya sambil tersenyum.
Bahkan, Jokowi melanjutkan candaannya dengan harapan suatu saat ada pesawat yang bertuliskan inisial JKW.
“Ada pesawat, moga-moga ada pesawat ditulis. Ada tulisannya JKW, ya miliknya Pak Jokowi lagi. Bayarannya lah saya,” katanya sambil tertawa.
Meski menanggapinya dengan ringan, Jokowi tetap mengingatkan agar informasi semacam ini tidak dipelintir atau dibelokkan ke arah yang tidak baik.
“Banyak kok tulisan di truk juga banyak. Saya lihat ada di bus juga ada. Biasa aja lah, biasa. Tapi harus jangan dibelokkan, jangan dipelintir, enggak baik,” tegas Jokowi.
Terkait isu lingkungan akibat aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat yang dikaitkan dengan kapal tersebut, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Itu terlalu teknis banget. Itu di kementerian. (Izin perpanjangan) di Kementerian, itu masalah teknis. Itu sudah diberikan izin sejak lama, perpanjangannya di kementerian, itu masalah teknis,” tuturnya.
Namun demikian, Jokowi menegaskan bahwa jika aktivitas tambang terbukti mencemari lingkungan, maka harus ada tindakan tegas.







