Koma.id– Harga emas dunia kembali mengalami kontraksi dalam dua hari terakhir seiring meredanya tensi perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Berdasarkan data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Rabu (30/4/2025), harga emas acuan dunia (XAU) melemah 0,86% ke level US$ 3.287,71 per troy ons.
Penurunan berlanjut pada Kamis pagi (1/5/2025) pukul 05.15 WIB, di mana harga emas kembali terkoreksi 0,40% menjadi US$ 3.276,62 per troy ons.
Meski mengalami penurunan jangka pendek, PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) anak usaha BUMN di bawah holding Danareksa menilai harga emas masih akan tetap tinggi dalam jangka menengah hingga panjang.
Direktur Utama PT KBI, Budi Susanto, mengatakan emas masih menjadi instrumen investasi favorit di tengah ketidakpastian global yang belum mereda.
Ia menambahkan, masyarakat cenderung memilih emas karena volatilitas tinggi di pasar keuangan global membuat instrumen investasi lain menjadi relatif lebih berisiko.







