Koma.id, Jakarta – Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia merespons usulan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) terkait penghapusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Fahri, Ketua Umum GAMIS-Indonesia, menyatakan bahwa SKCK masih sangat dibutuhkan.
“SKCK sangat diperlukan untuk mengetahui latar belakang seseorang yang ingin mendapatkan kerja atau menjadi pegawai di institusi negeri,” kata Fahri saat diwawancarai (30/03/2025). Fahri juga menambahkan bahwa SKCK berfungsi sebagai sarana keamanan dan keselamatan. ” SKCK membantu memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat dengan mengidentifikasi individu yang memiliki catatan kriminal,” jelas Fahri.
Mutasi Tiga Kali dan Gerebek Kampung Ambon, KMI Sebut Awal Kepemimpinan Kapolri Suyudi Menjanjikan
GAMIS Indonesia sangat menyayangkan jika SKCK dihapus karena kemungkinan akan menurunkan transparansi dan akuntabilitasi dalam perekrutan kerja maupun pengajuan dokumen.
Peserta Didik SPPK Angkatan ke-4 Gelar FGD di Polda Metro Jaya, Perkuat Kepemimpinan Strategis
“Kami sangat keberatan jika SKCK dihapus karena kemungkinan besar akan menurunkan transparansi dan akuntabilitas dalam hal perekrutan kerja maupun pengajuan dokumen,” tutup Fahri.














