Koma.id, Lampung – Semangat generasi muda Bumi Ruwa Jurai dalam menguasai teknologi digital terus menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Salah satunya ditunjukkan oleh Fitria Khasanah, siswi SMP Gajah Mada Bandar Lampung yang dikenal sebagai salah satu game developer termuda asal Lampung.
Ia resmi berlaga dalam ajang bertengsi tingkat nasional, Kartika Cyber Hackathon 2026, mengusung nama tim Cyber Lampung dengan karya inovatif bertajuk Garuda Shield.
Kartika Cyber Hackathon 2026 adalah kompetisi keamanan siber tingkat nasional yang diselenggarakan oleh PUSSIBERAD (Pusat Siber TNI Angkatan Darat)
Kompetisi Kartika Cyber Hackathon 2026 merupakan wadah unjuk kebolehan bagi talenta digital Indonesia untuk menguji kemampuan di bidang software development, keamanan siber (cybersecurity), hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dua Tahun Pimpin Indonesia, Presiden Prabowo Sebut Kinerja Pemerintahannya Hasilkan Kerja Nyata
Keikutsertaan Fitria Khasanah dalam kompetisi tingkat nasional ini menjadi langkah penting dalam perjalanan pengembangan kompetensinya di dunia teknologi.
Putri dari mantan combatan gerakan radikal Negara Islam Indonesia (NII) Ken Setiawan ini mengaku belajar coding game sejak kelas 4 Sekolah Dasar.
Fitria pernah diminta mempresentasikan game hasil karyanya yang bertajuk Jelajah Lampung di hadapan Wakil Menteri Pendidikan Dr. Fajar Riza Ul Haq dalam gelar karya di Lampung.
Fitria juga mendapatkan apresiasi dan kunjungan dari Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) Jenderal TNI (HOR) Prof. Dr. A.M. Hendropriyono
Tidak hanya berkutat pada pengembangan game, kemampuan dalam software development, cybersecurity, serta AI menjadi bagian penting bagi generasi developer muda untuk menghadapi perkembangan industri digital yang semakin pesat.
Sebagai developer game muda dari Lampung, Fitria membawa semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan karya berbasis teknologi.
Keikutsertaannya di Kartika Cyber Hackathon 2026 juga menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan melalui tantangan yang dihadapi bersama talenta-talenta digital dari berbagai daerah di Indonesia.
Kompetisi ini sekaligus memperlihatkan bahwa talenta teknologi tidak hanya lahir dari kota-kota besar.
Daerah seperti Lampung juga memiliki generasi muda yang memiliki minat dan kemampuan untuk bersaing di tingkat nasional.
Bagi Fitria, keikutsertaan dalam Kartika Cyber Hackathon 2026 bukan sekadar mengikuti sebuah kompetisi, tetapi menjadi bagian dari proses membangun pengalaman dan memperluas wawasan di dunia teknologi.
Dengan menggabungkan ketertarikannya terhadap game development dan kemampuan di bidang teknologi digital,
Fitria berharap dapat terus menghasilkan karya-karya inovatif sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda Lampung untuk berani menekuni bidang software development, cybersecurity, dan artificial intelligence.
Keikutsertaan developer muda Lampung tersebut juga menjadi bukti bahwa usia bukan menjadi batas untuk berprestasi di bidang teknologi.
Dengan kemauan belajar, kreativitas, dan keberanian mengikuti kompetisi nasional, talenta muda dari daerah pun memiliki peluang untuk tampil dan bersaing di tingkat Indonesia.














