Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerah

Banjir Bandang Hancurkan Ratusan Rumah di Bogor: Pencarian Korban Masih Berlanjut

Views
×

Banjir Bandang Hancurkan Ratusan Rumah di Bogor: Pencarian Korban Masih Berlanjut

Sebarkan artikel ini
Banjir Bandang Hancurkan Ratusan Rumah di Bogor: Pencarian Korban Masih Berlanjut

Koma.id, Bogor – Rencana banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor, sejak Minggu malam telah menghancurkan ratusan rumah dan mengakibatkan ratusan warga mengung

si. Hingga saat ini, korban banjir masih bertahan di masjid dan tenda pengungsian, sementara satu korban yang terbawa arus, Asep Mulyana (59), masih belum ditemukan. Tim gabungan Basarnas melanjutkan pencarian korban di tiga lokasi berbeda.

Silakan gulirkan ke bawah

Banjir bandang yang menghancurkan dua kecamatan ini juga merendam ratusan rumah dan membuat ratusan kepala keluarga harus mengungsi. Menurut anggota Basarnas Unit Siaga SAR Bogor, Muhammad Rizaldy, pencarian korban akan dilakukan hingga area Bendung Ciawi yang berjarak kurang lebih 5 km.

“Beliau masih di rumahnya saat banjir terjadi dari luapan sungai, sehingga sedikit menghantam bagian dapur rumahnya. Ada tiga orang di situ, istri, anak, dan suami atas nama Asep. Istri dan anak bisa menyelamatkan diri, namun Asep terbawa arus,” jelas Rizaldy.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Bogor menjelaskan kronologi hilangnya Asep Mulyana saat berusaha menyelamatkan istrinya. Peristiwa ini berawal saat hujan turun dan air Kali Cisarua meluap pada Minggu malam sekitar pukul 21:30. Air yang awalnya setinggi semata kaki cepat meluap hingga setinggi lutut dengan arus yang deras, menyebabkan kepanikan warga.

“Warga di sekitar lokasi panik dan menyelamatkan diri masing-masing. Warga sempat berupaya menyeberang dengan menggunakan sprei,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani.

Saat banjir melanda, Asep bersama istri dan anaknya berada di rumah. Istri dan anaknya berhasil menyelamatkan diri, namun Asep terseret arus saat mencoba menolong istrinya.

“Suaminya atas nama Bapak Asep Mulyana lompat untuk menolong istrinya. Ibu Yuyun bisa tertolong dan dapat menepi ke pinggir, sedangkan suaminya terbawa arus,” tambah Hamdani.

Hingga kini, Tim SAR terus melakukan pencarian korban banjir dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Selain itu, upaya membersihkan rumah-rumah yang masih terendam lumpur sisa banjir bandang juga terus dilakukan.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.