Koma.id, Jakarta – Buntut dari tindakan ajudan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto yang mengancam wartawan salah satu media nasional, netizen langsung beraksi.
Pasalnya, aksi pengancaman terjadi setelah jurnalis Kompas.com, Adhyasta Dirgantara melakukan wawancara dengan Panglima TNI, yang menanyakan terkait peristiwa penyerangan Mapolres Tarakan oleh prajurit TNI.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Tindakan ajudan Panglima TNI langsung menjadi bulan-bulanan warganet. Mereka geram dengan arogansi oknum militer seperti ini. Selain itu, Poros Wartawan Jakarta (PWJ) juga mengecam tindakan dua ajudan Panglima TNI tsb.
Sekretaris Jenderal Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Bahroji menekankan pentingnya penghormatan terhadap profesi jurnalis yang dilindungi oleh undang-undang.
Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengecam tindakan intimidasi yang dialami salah satu jurnalis ketika meliput agenda Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurut koalisi, kejadian ini menambah panjang deretan pelanggaran yang dilakukan aparat TNI.








