Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, menilai pihak yang menggaungkan isu wacana reposisi Polri terlalu tendensius.
Dia mensinyalir ada agenda tersembunyi dan diduga ada pesanan dari pihak tertentu.
“Jangan-jangan mereka ingin memperlemah Polri sehingga kemanan Negara mudah diganggu dari internal atau eksternal,” kata Fernando, Selasa (11/2/2025).
Ditegaskanya, jika dilihat dari isu yang diangkat mengenai oknum Polri yang tidak profesional dan merusak citra institusi, masih jauh lebih banyak jumlah polisi baik yang profesional.
“Jumlah anggota Polri saat secara keseluruhan 436.432 orang, namun bila dibandingkan dengan oknum yang tidak profesional hanya beberapa persen saja,” ujarnya lagi.
Masih jauh lebih banyak anggota Polri baik dan profesional yang siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat untuk melindungi, mengayomi dan melayani.
“Secara organisasi Polri sudah jauh lebih baik, tapi memang harus ada perbaikan pola pengawasan maupun pembinaan terhadap para anggota Polri saat bertugas’” ujarnya.
Menurutnya, sampai saat ini Kepolisian Republik Indonesia Indonesia (Polri) masih memiliki semangat untuk melakukan pembenahan di internal.
“Memisahkan Polri dari TNI dan menempatkan dibawah Presiden membawa perubahan ke arah yang lebih baik sebagai institusi yang bergerak di bidang keamanan,” tandasnya.










