Koma.id, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto melempar wacana kepala daerah seperti gubernur hingga bupati dan wali kota kembali dipilih oleh DPRD. Ia menilai sebagaimana yang diterapkan di negara lain, sistem itu dinilai lebih efisien dan tak menelan banyak biaya.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyambut positif wacana pemilihan kepala daerah lewat DPRD.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Menurutnya, salah satu alasan wacana tersebut kembali dibicarakan lantaran angka golput yang tinggi pada Pilkada 2024. Supratman menuturkan, rendahnya partisipasi masyarakat dalam Pilkada juga menjadi salah satu alasan bergulirnya wacana pemilihan kepala daerah dipilih oleh DPRD.
Namun, Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, meminta semua pihak tak tergesa-gesa menyikapi usulan kepala daerah dipilih oleh DPRD. Ganjar mewanti-wanti sistem pilkada apa pun yang digunakan jika aturan penegakannya lemah maka akan berakhir buruk.
Ganjar mengulas kembali sistem pemilihan lewat DPRD sempat diterapkan di Indonesia. Mantan Gubernur Jateng itu meminta jangan terburu-buru menetapkan aturan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Sedangkan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menegaskan bahwa Pilkada harus tetap dipilih langsung oleh rakyat, bukan dikembalikan ke DPRD sebagaimana era Orde Baru.
Kata dia, sikap apatis masyarakat terhadap pesta demokrasi bukan karena alasan pemilihan langsung, melainkan karena kekecewaan publik terhadap penyelenggara Pemilu seperti KPU dan Bawaslu.













