Koma.id, Jakarta – Netizen menyoroti ancaman Presiden KSPI (Presiden Partai Buruh) Said Iqbal, yang menegaskan bahwa jika hingga 1 November 2024 belum ada keputusan terkait kenaikan upah minimum provinsi, aksi demo akan terus berlanjut hingga pertengahan November.
Dengan kemungkinan mogok nasional yang melibatkan 5 juta buruh di 15.000 pabrik di 38 provinsi dan 350 kabupaten/kota di seluruh Indonesia pada 11-12 November atau 25-26 November, tergantung pada kapan keputusan kenaikan upah diumumkan.
Menurutnya, indeks tertentu sebesar 0,1-0,3% yang diterapkan dalam perhitungan upah juga disebut Iqbal sebagai “bohong sepihak dari pemerintah” karena tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan hanya memperburuk kondisi buruh.
Hal yang sama disampaikan Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Azis bahwa mogok nasional yang akan dilakukan serikat buruh adalah menghentikan produksi.
Buruh-buruh pabrik keluar dari pabrik-pabrik dan perusahaan, kemudian bergabung dengan peserta aksi.
Aksi mogok nasional akan tersebar di 38 provinsi atau lebih dari 350 kabupaten/kota.












