Koma.id | Serang – Protes terhadap keberadaan pabrik minuman keras (miras) merek Kawa-Kawa di PT. Balaraja Barat Indah (BBI), yang berlokasi di kawasan industri halal Cikande, Serang, Banten, semakin memanas.
Aksi demonstrasi yang terus dilakukan oleh para santri dan ulama menuntut penutupan total pabrik tersebut belum membuahkan hasil.
KH. Fahaddudin, Pengasuh Majelis Ta’lim Raudhotul Muta’allimin, menyampaikan bahwa perlawanan akan terus berlanjut hingga tuntutan penutupan pabrik dipenuhi.
“Sampai hari kiamat pun kami sebagai ulama se-provinsi Banten akan terus melakukan aksi. Bahkan, kami akan mengerahkan massa lebih besar lagi dari ulama dan pondok pesantren se-Banten untuk menegakkan Makruf Nahi Mungkar,” tegas KH. Fahaddudin disambut tabir dari peserta aksi “Allah hu Akbar”.
Para ulama dan satri merasa kecewa karena tuntutan mereka sejauh ini belum mendapat tanggapan serius dari pemerintah setempat maupun pihak perusahaan.
Mereka bertekad untuk terus melakukan aksi hingga pabrik miras tersebut benar-benar ditutup atau dipindahkan dari wilayah Serang yang mayoritas penduduknya beragama Islam.
“Kami tidak akan berhenti berjuang sampai pabrik miras ini benar-benar tutup,Ini adalah masalah prinsip, kami tidak ingin ada produk yang dapat merusak generasi muda berada di kota santri seperti Serang.” Ujar KH Fahad.
Aksi demonstrasi yang dilakukan secara terus-menerus merupakan bentuk penolakan terhadap keberadaan pabrik tersebut. Para demonstran meminta pemerintah setempat untuk mengambil tindakan tegas dengan menutup pabrik miras atau memindahkannya ke lokasi yang lebih sesuai.
Para santri dan ulama di Serang, Banten, terus mendesak pemerintah setempat untuk mengambil tindakan tegas terhadap pabrik minuman keras merek Kawa-Kawa yang berlokasi di kawasan industri halal Cikande. Jika terus tidak diindahkan, ulama mengancam akan mengirimkan masa yang lebih besar lagi hingga tuntutan mereka terpenuhi.







