Koma.id– Wacana kedatangan relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan. Isu ini memicu perdebatan hangat mengenai biaya dan tujuan dari kunjungan tersebut.
Pengamat politik Refly Harun menilai keberadaan relawan Jokowi mengundang keanehan, terutama terkait dengan undangan mereka untuk mengunjungi IKN. Harun menekankan bahwa langkah ini tampak tidak biasa dan menimbulkan pertanyaan mengenai tujuan sebenarnya di balik kunjungan tersebut.
ESDM Pastikan B50 Tak Pengaruhi Harga Solar
Sementara itu, Pegiat media sosial Jhon Sitorus menyoroti potensi biaya yang harus ditanggung negara. Sitorus memperkirakan bahwa biaya per orang untuk membawa 500 relawan ke Kalimantan Timur mencapai Rp5 juta, sehingga total anggaran yang diperlukan bisa mencapai Rp2,5 miliar. Ia mengungkapkan kekhawatirannya mengenai alokasi dana negara untuk akomodasi para relawan.
Menanggapi kritik tersebut, Ketua Projo Budi Arie membantah bahwa dana negara digunakan untuk mendanai kedatangan relawan. Budi Arie memastikan bahwa biaya perjalanan relawan tidak berasal dari anggaran negara.
Selain itu, pakar komunikasi politik Hendri Satrio menilai ajakan Presiden Jokowi kepada influencer dan relawan untuk mengunjungi IKN sebagai strategi untuk menutupi ketidaksiapan lokasi tersebut untuk dihuni.
Ia berpendapat bahwa kunjungan ini dapat dianggap sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa IKN siap untuk dihuni, meskipun faktanya mungkin tidak demikian.
Polemik ini menunjukkan adanya ketegangan dan ketidakpastian mengenai persiapan dan pembiayaan proyek IKN, serta mendorong perlunya klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait.







