Koma.id– Polda Jawa Barat tetap teguh pada keyakinannya bahwa Pegi Setiawan adalah tokoh utama dalam kasus pembunuhan Vina di Cirebon, setelah hasil tes psikologi forensik menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Selasa (4/7/2024), kuasa hukum Polda Jabar mengungkapkan bahwa Pegi menunjukkan perilaku yang dinilai tidak biasa selama pemeriksaan psikologi.
Tes psikologi forensik yang dilakukan terhadap Pegi Setiawan bertujuan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh tentang kondisi psikologisnya. Pemeriksaan tersebut mencakup berbagai aspek, seperti kecerdasan, kepribadian, status mental, serta penilaian atas kredibilitas tersangka.
Qodari: Tuntutan Hentikan MBG Salah Besar
Kuasa hukum Polda Jabar menjelaskan bahwa selama pemeriksaan, Pegi tampak dalam kondisi sadar sepenuhnya, namun penampilannya menunjukkan tanda-tanda kelelahan dan kurangnya perawatan diri.
Dengan tubuh yang kurus, lusuh, dan tato bintang di lengan kanannya, Pegi sering menunjukkan perilaku gelisah seperti menggaruk kepala dan memegang tangan. Kontak mata pun sering dihindari, dan jawabannya terhadap pertanyaan penyidik sering kali terlambat dan tidak konsisten.
“Bahwa dalam diri Pegi Setiawan ada sikap kecenderungan untuk berbohong, atau menutupi kejadian yang sebenarnya dan manipulatif,” kata salah satu kuasa hukum hukum Polda Jabar.
Selama pemeriksaan, ditemukan bahwa Pegi memiliki kecenderungan untuk berbohong dan bersikap manipulatif. Ketika dihadapkan dengan pertanyaan mengenai kejadian di Cirebon pada 2016, Pegi awalnya mengaku tidak tahu. Namun, perubahan emosional yang signifikan terlihat pada dirinya ketika diperlihatkan foto-foto korban.
Lebih lanjut, hasil tes psikologi mengungkapkan bahwa tingkat kecerdasan Pegi berada pada ambang batas intelektual atau borderline intelligence functioning, dengan nilai IQ sebesar 78.
Selain itu, kuasa hukum juga mencatat adanya perbedaan cerita antara Pegi dan ayah kandungnya ketika ditanya tentang peristiwa yang sama. Perbedaan ini semakin memperkuat keyakinan penyidik bahwa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Pegi.













