Koma.id– Ketua Umum Realestat Indonesia (REI), Joko Suranto, angkat bicara mengenai dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan tingginya suku bunga terhadap sektor bisnis perumahan dan properti di Indonesia.
Joko Suranto menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi saat ini, di mana nilai tukar rupiah masih berada di atas Rp16.000 per dolar AS dan bahkan sempat mencapai Rp16.400 per dolar AS.
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, juga memproyeksikan bahwa pelemahan rupiah berpotensi untuk berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Dia menyoroti bahwa kenaikan harga material konstruksi, yang merupakan dampak langsung dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS, akan memberikan tekanan tambahan bagi para pengembang properti di Indonesia.
Joko Suranto menambahkan bahwa REI terus memantau perkembangan ini dan siap bekerja sama dengan pemerintah untuk mencari solusi guna menjaga stabilitas dan kelangsungan industri properti di masa yang akan datang.







