Koma.id – Mahasiswa Universitas Trisakti menggelar peringatan 26 tahun Tragedi 12 Mei 1998. Upacara peringatan Tragedi Trisakti digelar di Tugu Reformasi Dalam Kampus A, Universitas Trisakti, Jakarta Barat.
Acara dimulai dengan orasi yang disampaikan oleh presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) setiap yayasan Trisakti. Presiden Mahasiswa Trisakti Faiz Nabawi menegaskan acara ini sebagai pengingat bahwa ada empat mahasiswa Trisaksti yang gugur saat memperjuangkan reformasi.
Komisi III Soroti Soal Penyelundupan 1,16 Ton Narkoba dan Singgung Seruan Ganyang Malaysia
“Teman-teman pun sadar bicara reformasi banyak hal ketatanan negara itu telah berubah. Salah satu dari puncak demokrasi adalah tempat abang-abang kita (gugur),” ujar Faiz dalam orasinya, Sabtu (11/5).
Sinergi TNI-Polri: Bersama Panglima TNI, Kapolri Terima Kehormatan sebagai Warga Korpasgat TNI AU
Selain itu, Wakil Presiden (Wapres) Mahasiswa Trisakti Ardhi Ramadhana menyampaikan bahwa acara ini untuk mengingatkan agar setiap mahasiswa dapat memantau gerak gerik oknum pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Diharapkan kejadian serupa tak terjadi.
“Agar tidak terjadi kejadian yang berulang dan setiap masyarakat tidak menjadi korban selanjutnya,” jelasnya.
KAMAKSI Dukung Aset Pejabat Tak Dilaporkan di LHKPN Dirampas, Minta Pejabat Tak Jujur Dicopot
Disamping itu, Ardhi juga menyebut pihaknya berencana menggelar audiensi dengan Komnas HAM dan Komisi III DPR RI. Ia ingin tragedi 12 Mei dapat diselesaikan melalui pengadilan HAM Ad Hoc.
“Karena sebelumnya kan diadakan pengadilan militer, kami mau ada pengadilan ad hoc,” terangnya.
Diketahui, setiap 12 Mei diperingati sebagai Hari Peringatan Tragedi Trisakti. Empat mahasiswa Trisakti gugur di antaranya Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie.










