Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Film Dirty Vote, Seni atau Dosa Politik?

Views
×

Film Dirty Vote, Seni atau Dosa Politik?

Sebarkan artikel ini
Film Dirty Vote, Seni atau Dosa Politik?

Koma.id – Direktur Political and Public Policy Studies, Jerry Massie, menganggap film Dirty Vote bukanlah sekadar dokumenter biasa, melainkan wujud politisasi dalam bentuk film.

Menurutnya, film yang berisi pandangan sejumlah pakar hukum itu lebih banyak menyerang pasangan calon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan diduga memiliki maksud terselubung.

Silakan gulirkan ke bawah

“Saya pikir film ini menarik tapi dari satu sisi menyerang paslon Prabowo-Gibran. Secara implisit dan implikasinya negatif terhadap Prabowo. Jadi ini sengaja dibuat bukan untuk membuat pemilu bersih,” kata Jerry kepada wartawan, Senin (12/2/2024).

Jerry menyoroti fakta bahwa perilisan film Dirty Vote terjadi di tengah masa tenang Pilpres 2024. Hal ini mengundang tanda tanya besar, terutama karena pihak yang terlibat dalam pembuatan film tersebut diduga memiliki kedekatan dengan pasangan calon lain.

“Saya sepakat film ini sebagai pengingat, tapi waktu dan ditayangkan udah dekat masa tenang, kenapa bukan waktu lalu. Dan juga saya lihat seperti Bivitri lebih condong ke capres Anies,” sambungnya.

Menurut Jerry, film Dirty Vote tidak lepas dari dugaan bahwa itu adalah propaganda yang mendukung kepentingan politik pasangan tertentu. Ia tidak menutup kemungkinan bahwa film tersebut telah ditunggangi oleh kelompok-kelompok dengan agenda politik tersendiri.

“Kalau ada kerja bareng Mahfud berarti ini film propaganda pemilu. Jadi film Dirty Vote bukan murni film dokumenter yang tak ada unsur keberpihakan, tak ada titipan atau tak ditunggangi. Tapi lebih ke arah politisasi film,” ujarnya.

Jerry juga mengimbau kepada pengawas pemilu untuk bertindak tegas terhadap film Dirty Vote yang dinilai dirancang untuk merugikan Prabowo-Gibran. Dia juga berharap agar seluruh pihak yang terlibat, baik calon maupun pendukungnya, dapat menjaga ketenangan dan menghindari konflik selama masa tenang Pilpres 2024.

“Mari kita tenang sejenak dan berdoa sebelum memilih capres terbaik kita jangan terpengaruh dengan film pesanan tersebut,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.