Koma.id– Simulasi surat suara yang menampilkan hanya dua pasangan calon presiden dan wakil presiden oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memicu kontroversi dan kecaman dari berbagai pihak. Dalam tanggapannya, Calon Presiden Anies menyuarakan ketidakpuasan, menuding KPU telah mempermainkan masyarakat dan mendesak agar KPU tidak main-main dalam proses simulasi pencoblosan.
“Sudah lah kita tidak usah main-main begini-begini tunjukkan apa adanya,” ujar Anies dikutip.
Tak hanya Anies, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan pasangan TPN Ganjar-Mahfud turut memprotes KPU, menyatakan bahwa simulasi surat suara tersebut menyesatkan dan tidak mencerminkan keberagaman pilihan yang seharusnya diberikan kepada pemilih.
Bahkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) juga ikut menilai bahwa langkah KPU berpotensi melanggar aturan, mengingat adanya keberagaman opsi calon yang seharusnya disajikan dalam simulasi untuk memberikan gambaran yang lebih akurat kepada masyarakat.













