Koma.id – Viral aksi heroik seorang polisi di media sosial. Polisi tersebut rela mengorbankan motornya demi mengganjal bus yang mundur.
Motornya tersebut langsung remuk, namun ia telah menyelamatkan pengendara lain dari kemungkinan kecelakaan beruntun.
Aksi heroik ini dilakukan seorang Anggota Polisi Satlantas Polres Kubu Raya, Kalimantan Barat yang gunakan motor pribadinya untuk cegah peristiwa kecelakaan beruntun.
Motor pribadi yang sedang dikedarainya tersebut digunakan oleh Bripda Novandro untuk mengganjal bus saat tiba-tiba bergerak mundur.
Dilansir melalui unggahan akun instagram @undercover.id, Senin (1/1/2024) peristiwa tersebut diketahui terjadi di di Jembatan Kapuas II, Kubu Raya pada Sabtu (30/12/2023) pagi.
Terlihat motor matic berwarna hitam milik Bripda Novandro direbahkan disela-sela ban bus untuk menghentikan gerakan mundur.
Dilansir melalui Tribunjogja.com, Motor itu dikorbankan oleh Bripda Novandro untuk mengganjal bus Damri yang mogok di atas jembatan.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas di Jembatan Kapuas II macet.
Bus itu tiba-tiba berjalan mundur karena tak kuat menanjak.
Sementara di belakang bus ada truk tangki Pertamina.
“Terjadi macet total di Jembatan Kapuas II karena ada bus Damri mengalami kerusakan teknis sehingga tidak mampu menaiki jembatan,” kata Novandro dalam keterangan tertulisnya, Minggu (31/12/2023).
Melihat bus mulai berjalan mundur, Bripda Novandro langsung bergerak cepat mengambil motornya.
Dia kemudian menjatuhkan sepeda motornya tepat di belakang bus sebagai ganjal bal darurat.
Langkah itu diambilnya karena khawatir bus akan menabrak truk tangki Pertamina sehingga bisa memicu kecelakaan beruntun yang bisa berdampak luas.
“Saat melihat bus bergerak mundur saya langsung mengambil motor dan baringkan tepat di ban belakang, dan akhirnya berhenti,” ucap Novandro.
Kapolres Kubu Raya AKBP Arief Hidayat, mengapresiasi gerak cepat personel yang merelakan sepeda motornya untuk mengganjal bus tersebut.
“Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari kecelakaan lebih luas yang mungkin mengakibatkan korban jiwa,” ucap Arief.











