Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Apresiasi Jokowi untuk Kerja Keras Petani Ditengah Ancaman Iklim El Nino

Views
×

Apresiasi Jokowi untuk Kerja Keras Petani Ditengah Ancaman Iklim El Nino

Sebarkan artikel ini
Jokowi di Bulog
Presiden Joko Widodo saat melakukan inspeksi di gudang Bulog yang ada di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/9).

Koma.id Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi dengan tulus kerja keras para petani Indonesia dalam menjaga pasokan beras, terutama dalam menghadapi tantangan iklim El Nino. Ucapannya ini disampaikan dalam rangka peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September, tahun ini merupakan peringatan ke-63.

Jokowi menekankan bahwa berkat dedikasi para petani, pasokan beras di pasar-pasar dan gudang-gudang tetap mencukupi untuk mengatasi musim kemarau. Ini menjadi hal yang sangat berharga untuk menjaga ketahanan pangan negara.

Silakan gulirkan ke bawah

“Berkat kerja keras para petani, pasokan di pasar-pasar dan persediaan beras di gudang-gudang kita tetap cukup untuk menghadapi bulan-bulan yang kering. Terima kasih untuk petani-petani Indonesia,” kata Presiden Jokowi seperti dilansir.

Fenomena iklim El Nino tidak hanya berdampak di Indonesia, tapi juga di berbagai belahan dunia. Hal ini memengaruhi ketersediaan air dan produktivitas pertanian secara global.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi,.menjelaskan pentingnya sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

Untuk itu, Pupuk Indonesia aktif dalam mendukung intensifikasi pertanian melalui beberapa langkah strategis, seperti menyediakan pupuk subsidi sesuai alokasi, meningkatkan ketersediaan pupuk non-subsidi di berbagai daerah, serta memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lahan melalui program Makmur.

Hingga Agustus 2023, Pupuk Indonesia telah berhasil melaksanakan program Makmur di lahan seluas 226.299 hektar, melebihi target awal sebesar 172.667 hektar.

Hasilnya, produktivitas pertanian juga meningkat signifikan, seperti peningkatan produksi padi sebesar 14 persen, jagung 23 persen, tebu 27 persen, kopi 48 persen, dan sawit 7 persen. Hal ini merupakan bukti nyata komitmen mereka dalam mendukung petani Indonesia serta ketahanan pangan nasional.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.