Koma.id, Jakarta – Mantan Wamenkumham Denny Indrayana mengaku sempat terpikir ingin membuat surat terbuka kepada PM Australia terkait berbagai isu hukum, HAM, dan antikorupsi di Indonesia. Hal itu ingin dilakukannya merespons kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Australia pada 3 hingga 5 Juli 2023 mendatang.
Guru Besar Hukum Tata Negara itu menilai, banyak persoalan di Tanah Air yang tak kunjung diselesaikan Jokowi. Bahkan, menurut pandangannya, salah satu sumber utama permasalahan di Indonesia adalah Jokowi itu sendiri.
“Saya berpandangan dan menyimpulkan, Presiden Jokowi adalah salah satu sumber utama masalahnya. Maka, dibutuhkan dorongan dari masyarakat dan dunia internasional untuk ikut membantu penyelesaian masalah-masalah tersebut, tanpa harus mengganggu kedaulatan bangsa Indonesia,” tegasnya, dikutip Senin (3/7/2023).
Komdigi Tegaskan PP TUNAS Bukan Larang Anak Berinternet, tapi Lindungi dari Risiko Digital
Akan tetapi, Denny akhirnya mengurungkan niatnya ‘mengadukan’ Jokowi ke dunia internasional. Alasannya, dia tak ingin mempermalukan mantan Wali Kota Surakarta tersebut.
“Tetapi, setelah menimbang berbagai aspek, dan tetap tidak ingin mempermalukan Presiden Jokowi, yang bagaimanapun adalah simbol negara bangsa kita, Indonesia, saya putuskan tidak–paling tidak belum–menuliskan surat terbuka demikian,” ujarnya.
Ubed Sepakat Alasan BEM UI Aksi di Bundaran HI : Mahasiswa Terlalu Sering Dikecewakan DPR dan Istana
Meski begitu, Denny Indrayana tetap membuka opsi untuk membawa isu penegakan hukum, HAM, dan antikorupsi di Indonesia agar menjadi atensi dunia internasional.
“Tinggal cara dan waktunya yang perlu dipikirkan secara tepat dan bijak. Keep on fighting for the better Indonesia!” pungkasnya.













