Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ada Kelompok Salawi (Apa-Apa Salah Jokowi) yang Mainkan Isu Pemakzulan, Gus Sholeh: Salah satunya Kelompok Pendukung Khilafah Besutan Ismail Yusanto

Views
×

Ada Kelompok Salawi (Apa-Apa Salah Jokowi) yang Mainkan Isu Pemakzulan, Gus Sholeh: Salah satunya Kelompok Pendukung Khilafah Besutan Ismail Yusanto

Sebarkan artikel ini
Ada Kelompok Salawi (Apa-Apa Salah Jokowi) yang Mainkan Isu Pemakzulan, Gus Sholeh: Salah satunya Kelompok Pendukung Khilafah Besutan Ismail Yusanto

KOMA.ID – Ketua Forum Komunikasi Ulama (Forkum) Gus Sholeh MZ menyebut ada kelompok Salawi (Apa-Apa Salah Jokowi) yang sengaja untuk menggulirkan isu pemakzulan Jokowi (People Power). Salah satunya adalah kelompok pendukung khilafah besutan Ismail Yusanto.

“Negara jangan diam terhadap kelompok Salawi ini dengan menggulirkan isu memakzulkan Jokowi. Jika didiamkan maka akan berdampak polarisasi,” tegas Gus Sholeh dalam diskusi podcast Koma.id bertema “Ada Apa Kelompok Khilafah Ikutan Cawe-Cawe Makzulkan Jokowi ?”, Senin (19/6/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Gus Sholeh berpesan agar negara bisa bertindak tegas agar sosok provokator seperti Amien Rais dan tokoh-tokoh khilafah seperti Ismail Yusanto ini bisa ditangkap. Sehingga, nantinya tidak ada ruang lagi untuk menebar kegaduhan dan menggulirkan isu yang tidak masuk akal yakni Turunkan Jokowi.

“Jika Amien Rais tidak ditangkap, nanti akan lahir Ismail Yusanto, lalu dibiarkan maka jangan salah polarisasi akan terus ada,” sebutnya.

Kata Gus Sholeh, kelompok khilafah di era demokrasi ini tampak tumbuh subur, meskipun organisasinya resmi dibubarkan oleh negara namun ideologinya masih tetap eksis untuk memprovokasi masyarakat Indonesia.

“Mereka akan melakukan kehancuran bangsa dengan topeng agama. Ada fitnah besar dengan giring isu cawe-cawe Jokowi untuk makzulkan Presiden. Aparat keamanan jangan tunggu laporan dari masyarakat, karena memang mereka jelas-jelas mau makzulkan Jokowi,” tandasnya.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.