Koma.id– Gara-gara tak berani jujur dengan ucapan, sikap Anies Baswedan yang tak gentleman bahwa ada pejabat Menko secara terang-terangan punya keinginan untuk mengubah konstitusi, tanpa merinci siapakah itu, membuat kabar tersebut semakin liar.
Bahkan berimbas kepada Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan.
Seperti halnya disampaikan Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengungkap Menteri Koordinator (Menko) yang disindir Anies pernah bangun wacana penundaan pemilu melalui ‘Big Data’.
“Itu sebenarnya cukup familiar kalau rajin mau cari jejak digital atau pemberitaan. Menko, yang misalnya pernah bangun wacana ada kaitannya amendemen konstitusi, penundaan pemilu melalui aspirasi ‘Big Data’ dan sebagainya,” kata Kamhar di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, dikutip dari CNN Senin (20/3).
Meski demikian, Kamhar juga enggan menyebut nama Menko yang ada dalam kriterianya tersebut. Ia menilai publik pasti tahu tanpa menyebut nama Menko yang dimaksudkannya itu.
“Orang Indonesia khususnya yang punya literasi yang baik, karena Menko yang begitu kan ada. Itu sudah jelas, jadi enggak usah diperjelas lagi,” ucapnya.
Tambahan imfotmasi, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sempat mengutarakan pendapatnya soal penundaan Pemilu 2024 pada Maret 2022 lalu. Kala itu, Luhut mengklaim memiliki ‘big data’ aspirasi rakyat Indonesia yang ingin Pemilu 2024 ditunda.







