Koma.id – Safari politik bakan calon presiden NasDem, Anies Baswedan ke Aceh ramai lantaran terhambat izin di wilayah setempat.
Diketahui, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh melalui UPTD Taman Seni dan Budaya mencabut surat izin penggunaan Taman Ratu Safiatuddin untuk tempat jalan santai dan silahturahmi yang rencananya berlangsung pada Sabtu (3/12/2022)
Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan hal ini terjadi bisa jadi karena kurangnya komunikasi politik sehingga adanya miskomunikasi.
“Saya menilainya kurang komunikasi politik aja mungkin. Kata penjegalan itu imbasnya bukan hanya ke Pemprov atau Pemda Banda Aceh tapi bisa ke pemerintahan nasional,” kata Hendri dalam Youtube Metrotvnews yang dilihat Sabtu (3/12/2022).
Dia mengatakan bahwa kurang komunikasi politik juga bisa menyebabkan hal-hal yang terjadi di Aceh, walaupun kata dia hal ini sangat disayangkan.
“Harus segera dicari jalan keluarnya. Jangan sampai acara yang gagal ini dianggap sebagai sebuah cidera luka demokrasi,” paparnya.
Sementara itu, netizen dalam kanal tersebut turut memberikan resposnya terkait pemberitaan tersebut.
“Orang Aceh cerdas dan berakhlak. Semoga semua selamat dan sehat,” tegas netizen.
“Alhamdulillah semoga daerah yang lain bisa mengikuti daerah Aceh. Good job Aceh,” kata netizen lagi.
“Aceh rakyatnya sangat berakhlak,” ujar netizen lagi.
“Masyarakat Aceh sangat tahu yg mana betul atau bagus dan mana yg buruk…..,” cetus netizen yang lain lagi.












