Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

HKTI: MBG Jadi Harapan Baru Petani Desa

Views
×

HKTI: MBG Jadi Harapan Baru Petani Desa

Sebarkan artikel ini
Img 20260605 Wa0000
Wakil Ketua Umum HKTI, Suroyo.

KOMA.ID, JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan evaluasi dan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) demi memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih baik dan tepat sasaran.

Wakil Ketua Umum HKTI, Suroyo, menilai keputusan Presiden Prabowo merupakan bentuk ketegasan negara dalam menjaga program strategis yang tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga menyangkut masa depan petani dan masyarakat perdesaan.

Silakan gulirkan ke bawah

“Ketegasan Bapak Presiden patut diapresiasi. Kami mendukung penuh langkah tersebut demi memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat,” kata Suroyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, MBG telah menjadi harapan baru bagi jutaan petani, peternak, nelayan, pembudidaya ikan, pelaku UMKM pangan, serta masyarakat desa yang selama ini menjadi tulang punggung penyedia bahan pangan nasional.

Suroyo menjelaskan, kebutuhan bahan baku untuk program MBG membuka peluang pasar yang sangat besar bagi produk pertanian dan peternakan lokal. Mulai dari beras, sayur-mayur, buah-buahan, telur, daging, ikan hingga susu, seluruhnya dapat disuplai oleh pelaku usaha pangan di daerah.

“Program ini bukan sekadar program sosial. MBG menjadi penggerak ekonomi desa karena menciptakan permintaan pangan dalam jumlah besar yang langsung melibatkan petani dan masyarakat perdesaan,” ujarnya.

HKTI menilai pergantian kepemimpinan di BGN merupakan langkah yang diperlukan untuk memperkuat tata kelola program agar manfaatnya semakin dirasakan hingga ke tingkat desa.

Suroyo optimistis kepemimpinan baru di BGN dapat memperbaiki sistem pengawasan, memperkuat manajemen distribusi, serta memastikan rantai pasok pangan nasional berjalan lebih efektif dan transparan.

“Kami percaya perbaikan tata kelola akan membuat program ini semakin kuat. Petani membutuhkan kepastian pasar, dan MBG dapat menjadi salah satu instrumen yang menjamin keberlangsungan usaha pertanian rakyat,” tuturnya.

Lebih lanjut, HKTI menegaskan komitmennya untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis melalui keterlibatan petani sebagai pemasok utama bahan pangan segar dan berkualitas.

Menurut Suroyo, keberhasilan MBG akan berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa apabila seluruh kebutuhan pangan program diprioritaskan berasal dari produksi dalam negeri.

“Petani di seluruh pelosok Indonesia siap menjadi garda terdepan dalam menyuplai kebutuhan pangan Program MBG. Jika program ini berhasil, maka yang menikmati manfaatnya bukan hanya penerima makanan bergizi, tetapi juga jutaan keluarga petani di desa-desa,” katanya.

HKTI pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal dan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis agar mampu memberikan dampak yang luas, baik dalam upaya meningkatkan kualitas gizi generasi muda maupun menggerakkan ekonomi kerakyatan di wilayah perdesaan.

“Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, kami optimistis MBG akan menjadi program yang memberikan manfaat berlapis, mulai dari penurunan stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan ekonomi desa dan ketahanan pangan nasional,” pungkas Suroyo.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.