Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Heboh Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Views
×

Heboh Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Sebarkan artikel ini
Heboh Harga Asli Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax

Koma.id Media sosial diramaikan dengan beredarnya unggahan struk pembelian bahan bakar minyak atau BBM di SPBU yang memperlihatkan harga keekonomian Pertalite lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax.

Dalam unggahan yang viral, tercantum harga asli Pertalite atau RON 90 mencapai Rp16.088 per liter. Namun, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp6.088 per liter sehingga masyarakat hanya membayar Rp10 ribu per liter saat membeli di SPBU.

Silakan gulirkan ke bawah

Angka tersebut memicu sorotan publik karena melampaui harga jual Pertamax non-subsidi atau RON 92 yang saat ini dipatok Rp12.300 per liter untuk wilayah Jabodetabek.

Kondisi itu menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Sebab, secara umum BBM dengan angka oktan lebih tinggi biasanya memiliki harga produksi dan harga jual yang lebih mahal dibandingkan BBM dengan RON lebih rendah.

Menanggapi polemik tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menjelaskan bahwa Pertamax merupakan jenis bahan bakar umum atau JBU yang harga jualnya mengikuti dinamika pasar energi global.

Namun sejak 1 April 2026, Pertamina disebut mengambil kebijakan untuk tidak menaikkan harga Pertamax dan tetap menahannya di angka Rp12.300 per liter melalui koordinasi dengan pemerintah.

“Namun, terhitung sejak 1 April 2026, Pertamina mengambil kebijakan untuk tidak melakukan penyesuaian harga pada produk Pertamax. Keputusan untuk menahan harga di angka Rp12.300 per liter ini diambil melalui koordinasi dengan pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat,” ujarnya, dikutip.

Ia juga menyebut harga keekonomian Pertamax sejatinya berada di atas harga keekonomian Pertalite. Sebagai perbandingan, produk BBM non-subsidi lain seperti Pertamax Turbo kini dijual hingga Rp19.900 per liter.

Sementara itu, dikutip dari pemberitaan Guru Besar Institut Teknologi Bandung sekaligus pakar bahan bakar dan pelumas, Tri Yuswidjajanto Zaenuri, menilai kondisi harga Pertalite yang lebih tinggi dibandingkan Pertamax merupakan anomali yang terjadi akibat intervensi kebijakan di pasar domestik Indonesia.

Menurut Tri, di pasar internasional selisih harga antarvarian BBM dengan tingkat RON berbeda umumnya tidak terlalu jauh. Ia menjelaskan strategi penahanan harga Pertamax dilakukan agar selisih harga BBM subsidi dan non-subsidi tetap kompetitif sehingga masyarakat terdorong beralih ke BBM dengan kualitas lebih tinggi.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.