Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Warga Pasir Putih dan Kampung Benda Akan Demo Tolak Gunung Sampah Cipayung Depok

Views
×

Warga Pasir Putih dan Kampung Benda Akan Demo Tolak Gunung Sampah Cipayung Depok

Sebarkan artikel ini
Banjir Cipayung
Banjir akibat longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. (Foto / Istimewa)

Koma.id – Warga Kampung Benda dan Pasir Putih, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, berencana menggelar aksi demonstrasi terkait persoalan gunung sampah yang dinilai berdampak serius terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat sekitar.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Jembatan Jago, Jalan Gang Alif, Pasir Putih, Sabtu (9/5/2026) pukul 09.00 WIB.

Silakan gulirkan ke bawah

Berdasarkan poster ajakan aksi yang beredar, warga menyoroti berbagai dampak yang disebut muncul akibat persoalan sampah di wilayah tersebut, mulai dari banjir, kerusakan lingkungan, hingga kerugian sosial dan ekonomi masyarakat.

“Banjir terus, lingkungan hancur, warga jadi korban,” demikian bunyi poster ajakan aksi yang beredar.

Warga menilai persoalan tersebut bukan sekadar bencana biasa, melainkan akibat buruknya pengelolaan sampah dan lingkungan di kawasan itu.

Selain banjir, warga juga menyampaikan keluhan terkait akses jalan Bulak Barat menuju Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, yang terputus dan tidak dapat dilalui selama hampir tiga tahun.

Menurut warga, kondisi tersebut terjadi akibat longsoran sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang masuk ke aliran Kali Pesanggrahan.

Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu karena jalur penghubung antarwilayah tersebut tidak lagi bisa digunakan kendaraan maupun warga yang melintas.

Dalam poster aksi, warga juga menyebut dampak lain yang dirasakan meliputi rumah rusak, tanah longsor, lahan pertanian hilang, hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Persoalan banjir sendiri disebut kerap terjadi di wilayah Pasir Putih dan sekitarnya saat hujan deras mengguyur Kota Depok. Warga menilai buruknya pengelolaan sampah dan saluran air memperparah kondisi lingkungan di kawasan tersebut.

Melalui aksi ini, warga menyerukan agar masyarakat tidak lagi diam terhadap kondisi yang mereka nilai terus merugikan lingkungan dan keselamatan warga.

“Kalau bukan kita yang bergerak, siapa lagi?” tulis seruan dalam poster aksi tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait tuntutan warga maupun penanganan persoalan gunung sampah dan akses jalan yang terputus tersebut.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.