Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Swap Currency dengan China dan Jepang

Views
×

Rupiah Melemah ke Rp17.405 per Dolar AS, Pemerintah Siapkan Swap Currency dengan China dan Jepang

Sebarkan artikel ini
Mata uang Rupiah
Rupiah mata uang resmi yang berlaku di Republik Indonesia. (Foto / Istimewa)

Koma.id — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dilaporkan melemah hingga menyentuh level Rp17.405 per dolar AS. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mengambil langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan ketahanan ekonomi nasional.

Salah satu upaya yang tengah dipertimbangkan adalah memperkuat kerja sama keuangan melalui skema pertukaran mata uang (currency swap) dengan sejumlah negara mitra, khususnya China dan Jepang. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam transaksi internasional.

Silakan gulirkan ke bawah

Pemerintah melihat kerja sama bilateral melalui mekanisme swap currency dapat menjadi solusi jangka menengah untuk menekan volatilitas rupiah. Dengan skema ini, transaksi perdagangan dan investasi dapat dilakukan menggunakan mata uang lokal masing-masing negara, sehingga tekanan terhadap dolar AS dapat diminimalisir.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu memperkuat cadangan devisa serta menjaga likuiditas dalam negeri di tengah ketidakpastian ekonomi global. Pemerintah menilai dinamika geopolitik dan fluktuasi pasar keuangan internasional menjadi faktor utama yang memengaruhi pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir.

Di sisi lain, otoritas terus memantau pergerakan pasar dan menyiapkan berbagai instrumen stabilisasi, termasuk intervensi di pasar valuta asing serta penguatan koordinasi dengan Bank Indonesia.

Langkah memperluas kerja sama swap currency ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi nasional, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah tekanan global yang terus berkembang.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.