Koma.id | Madinah – Memasuki hari ke-12 operasional haji 1447 Hijriyah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sektor 3 Daerah Kerja (Daker) Madinah terus memastikan kelancaran kedatangan jamaah, dengan mengedepankan prinsip Haji Ramah Lansia dan Disabilitas.
Kepala Sektor 3 Daker Madinah, Irfan Darmawansyah, menjelaskan bahwa proses kedatangan jamaah, seperti kloter SOC 31, berjalan teratur dengan prioritas bagi jamaah berisiko tinggi dan membutuhkan bantuan fisik.
“Jamaah diturunkan itu kita prioritaskan jamaahnya yang risti tinggi, yang membutuhkan kursi roda atau yang perlu dibantu itu kami turunkan lebih dahulu daripada jamaah lainnya,” ujarnya, Minggu (03/05).
Irfan menambahkan, tantangan utama yang dihadapi petugas adalah jadwal kedatangan kloter yang berdekatan. Namun, hal tersebut diatasi dengan manajemen waktu dan pembagian sif kerja agar pelayanan tetap optimal.
“Kalau untuk pelayanannya alhamdulillah tidak ada masalah. Tantangannya itu kedatangan berdekatan waktunya, tapi dengan pengaturan jadwal tim bergantian, bisa kami atasi dengan baik,” katanya.

Dalam waktu dekat, jumlah kloter yang tiba akan meningkat, sehingga tim pelayanan akan diperluas menjadi empat kelompok untuk mengantisipasi kepadatan. Daker Madinah juga memastikan asupan nutrisi ekstra bagi petugas agar tetap bugar selama bertugas.
Selain layanan kedatangan, PPIH juga memberikan edukasi kepada jamaah agar selalu membawa kartu identitas dan mengingat lokasi hotel. Hal ini penting karena banyak jamaah yang langsung menuju Masjid Nabawi tanpa mengenali orientasi akomodasi mereka.
“Karena saking antusiasnya mereka, pertama datang pun masuk kamar langsung pergi ke Masjid Nabawi. Tapi alhamdulillah di Madinah ini petugas PPIH banyak, jadi semua saling bantu bila jamaah tersesat,” jelas Irfan.
Kemenhaj menegaskan komitmen untuk memberikan pelayanan inklusif, terutama bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas, sebagai bagian dari visi Tri Sukses Haji yang menekankan kelancaran ritual, kenyamanan jamaah, dan keselamatan selama ibadah.








