Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Evakuasi Darurat Masih Berlangsung

Views
×

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Evakuasi Darurat Masih Berlangsung

Sebarkan artikel ini
Dua Kereta Tabrakan Di Stasiun Bekasi Timur Tangkapan Layar Cnn Indonesia Tv 1777302742754 169

Koma.id, Jakarta – Gangguan perjalanan kereta api terjadi di wilayah Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, tepatnya di KM 28+920, dan berdampak pada operasional perjalanan kereta di lintas tersebut.

Insiden dipicu oleh tertempernya PLB 5568A (CL KPB–CKR) oleh PLB 4B, yakni KA Argo Bromo Anggrek dengan relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Akibat kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api mengalami gangguan.

Silakan gulirkan ke bawah

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada para pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa saat ini PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian.

“Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujarnya.

Petugas di lapangan disebut telah bergerak cepat untuk melakukan penanganan dan pengamanan area. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan guna mempercepat proses evakuasi dan pemulihan perjalanan kereta.

Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur serta emplasemen Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.

Hingga saat ini, penyebab pasti kejadian dan jumlah perjalanan kereta yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut. Pihak KAI memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi secara berkala.

KAI juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati serta mematuhi aturan keselamatan, terutama di area jalur rel dan perlintasan sebidang, guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa mendatang.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.