Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaEkonomiInternasionalNasional

Harga Emas Dunia Melemah, Investor Cermati Situasi AS–Iran dan Prospek Suku Bunga

Views
×

Harga Emas Dunia Melemah, Investor Cermati Situasi AS–Iran dan Prospek Suku Bunga

Sebarkan artikel ini
Harga Emas Dunia Melemah, Investor Cermati Situasi AS–Iran dan Prospek Suku Bunga

Koma.id | Jakarta – Harga emas dunia mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (15/4) waktu New York atau Kamis pagi WIB. Pelemahan terjadi setelah logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan terakhir.

Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi USD 4.796,56 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni melemah 0,6 persen ke USD 4.820,50 per ounce.

Silakan gulirkan ke bawah

Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyebut penurunan ini dipicu aksi ambil untung setelah reli harga sebelumnya.

“Emas dan perak hanya mengalami aksi ambil untung ringan dan rutin setelah mencapai level tertinggi semalam,” ujarnya.

Wyckoff menambahkan, pergerakan emas saat ini menunjukkan pergeseran fokus pasar dari fungsi tradisional sebagai aset safe haven menuju implikasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan tekanan inflasi.

Penurunan harga emas juga dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri perang dapat segera dilanjutkan, memunculkan harapan stabilitas regional. Namun, blokade kapal di pelabuhan Iran masih berlangsung, membuat pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap terbatas.

Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menilai kenaikan harga minyak akibat konflik berpotensi menunda penurunan suku bunga hingga 2027. Suku bunga tinggi biasanya menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang dalam memegang aset tanpa imbal hasil.

Saat ini, pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga AS tahun ini hanya sekitar 31 persen.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (JFX), Yazid Kanca Surya, menjelaskan harga emas tidak selalu naik saat konflik geopolitik memanas. Menurutnya, kebutuhan likuiditas energi membuat sejumlah negara menjual cadangan emas untuk membeli pasokan energi, sehingga menekan harga.

“Energi bagi beberapa negara yang mempunyai pasokan emas tinggi, dia harus mempunyai likuiditas yang tinggi. Banyak emas dijual di market untuk membeli energi,” kata Yazid.

Pergerakan Logam Mulia Lain

  • Perak turun 0,2 persen ke USD 79,40 per ounce.
  • Platinum naik 0,8 persen ke USD 2.119,52 per ounce.
  • Paladium melemah 1,1 persen ke USD 1.570,10 per ounce.

Dengan kondisi ini, investor global terus mencermati perkembangan konflik AS–Iran serta arah kebijakan moneter Federal Reserve sebagai faktor utama yang memengaruhi harga emas dunia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.