Koma.id | Jakarta – Sebuah insiden penumpang menahan pintu kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang, Jawa Barat, lalu sempat viral di media sosial. Rekaman CCTV menunjukkan seorang penumpang berdiri di celah antara kereta dan peron sambil berusaha menahan pintu agar tidak tertutup. Akibatnya, sistem sensor pintu terganggu dan keberangkatan kereta tertunda dua menit.
Juru bicara PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menjelaskan, tindakan tersebut dilakukan penumpang karena menyadari ada barang miliknya yang tertinggal di peron. KCIC menegaskan, tindakan menahan pintu berisiko merusak sarana kereta dan membahayakan keselamatan.
KCIC mengingatkan penumpang untuk mengikuti prosedur resmi jika kehilangan barang. Setiap barang yang ditemukan petugas akan diamankan, dicatat secara detail, dan dimasukkan ke sistem lost and found. Barang kemudian disimpan di ruang khusus sesuai standar operasional.
Penumpang yang kehilangan barang dapat melapor melalui beberapa saluran resmi:
- Customer service stasiun dengan menyebutkan detail barang, lokasi, dan waktu kejadian.
- Contact center KCIC 24 jam melalui telepon 150909, WhatsApp 0811-8888-111, atau email cs@kcic.co.id.
- Pesan langsung ke Instagram resmi @keretacepat_id dengan deskripsi barang dan waktu kejadian.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan barang yang ditemukan akan disimpan aman hingga dikembalikan kepada pemilik.
“Kami mengimbau penumpang untuk selalu berhati-hati terhadap barang bawaan masing-masing, terutama saat turun dari kereta atau berpindah area di stasiun,” ujarnya.
Untuk mendukung keamanan, KCIC menyiagakan 530 personel serta mengoperasikan 1.846 unit CCTV di seluruh stasiun dan rangkaian kereta. Sistem ini diharapkan mempercepat proses penemuan barang sekaligus menjaga keselamatan penumpang.








