Presiden Prabowo Serukan Swasembada Pangan di Ambang Krisis Global Pangan, Energi dan Air
Koma.id – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia tengah menghadapi ancaman krisis global yang semakin kompleks, mencakup sektor pangan, energi, hingga air. Menurutnya, tekanan global tersebut bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga peringatan serius bagi setiap negara untuk memperkuat ketahanan nasional.
Presiden Prabowo menyebut berbagai krisis yang terjadi saat ini saling berkaitan dan berdampak luas terhadap stabilitas global. Kondisi geopolitik, perubahan iklim, serta gangguan rantai pasok disebut menjadi faktor utama yang memicu potensi krisis di berbagai sektor strategis.
“Dunia menghadapi tantangan besar, mulai dari krisis pangan, energi, hingga air yang bisa berdampak langsung pada kehidupan masyarakat,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya pada rapat kerja pemerintah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dorong Kemandirian Nasional
Kapolri Tanggapi Seruan Reformasi Jilid II, Minta Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Tertib
Dalam menghadapi situasi tersebut, Presiden menekankan pentingnya kemandirian nasional, khususnya dalam sektor pangan dan energi. Ia menilai Indonesia tidak boleh bergantung pada pasokan dari luar negeri di tengah ketidakpastian global.
“Kita harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan dan energi,” tegasnya.
Ia menambahkan, krisis global justru menjadi momentum untuk mempercepat transformasi nasional menuju swasembada.
“Krisis justru mempercepat rencana transformasi kita. Kita dipaksa untuk akselerasi menuju swasembada pangan dan energi,” ujar Presiden.
Perkuat Ketahanan Air
Selain pangan dan energi, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya ketahanan air sebagai bagian dari keamanan nasional. Air dinilai sebagai sumber daya vital yang harus dikelola secara berkelanjutan di tengah ancaman perubahan iklim dan peningkatan kebutuhan.
Pemerintah pun didorong untuk memperkuat kebijakan pengelolaan air secara terintegrasi, mulai dari konservasi hingga distribusi yang adil dan efisien.
Optimistis Hadapi Krisis Global
Meski menghadapi berbagai tantangan, Presiden Prabowo tetap optimistis Indonesia memiliki potensi besar untuk mengatasi krisis tersebut. Ia menyoroti kekayaan sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan.
Indonesia, kata dia, memiliki berbagai sumber energi alternatif seperti bioenergi dari kelapa sawit, tebu, hingga jagung, serta potensi energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga air.
“Kita punya semua sumber daya itu. Tinggal bagaimana kita mengelola dan mempercepat pemanfaatannya,” ungkapnya.
Momentum Transformasi Nasional
Presiden menegaskan bahwa krisis global harus dijadikan momentum untuk mempercepat transformasi ekonomi dan pembangunan nasional.
Menurutnya, langkah percepatan ini penting agar Indonesia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menjadi negara yang lebih mandiri dan tangguh dalam menghadapi dinamika global ke depan.













