Koma.id – Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menyampaikan sejumlah saran kepada Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi nasional di tengah tekanan global dan tantangan domestik. Hal tersebut diungkapkan Jusuf Kalla (JK) saat menggelar konferensi pers di kediamannya di Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Dalam pernyataannya, JK menyoroti sedikitnya lima poin penting yang perlu menjadi perhatian pemerintah, mulai dari sektor ekonomi hingga tata kelola pemerintahan daerah.
1. Soroti Tekanan Ekonomi dan Risiko Defisit
JK menegaskan bahwa kondisi ekonomi nasional harus menjadi perhatian utama pemerintah. Ia mengingatkan bahwa tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berpotensi meningkat jika pengeluaran tidak dikendalikan dengan baik.
Ia juga menilai kebijakan anggaran harus dilakukan secara hati-hati, terutama dalam menentukan prioritas belanja negara.
2. Kepemimpinan Harus Responsif
Selain ekonomi, JK menekankan pentingnya kepemimpinan yang responsif dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu. Pemerintah, menurutnya, harus mampu mengambil keputusan cepat dan tepat di tengah dinamika yang terus berubah.
3. Pentingnya Diplomasi di Tengah Ketegangan Global
JK juga menyoroti aspek diplomasi luar negeri. Ia menilai pemerintah perlu memperkuat peran diplomasi untuk menjaga posisi Indonesia di tengah konflik global dan ketegangan geopolitik yang semakin kompleks.
Diplomasi yang aktif dinilai penting untuk menjaga stabilitas nasional, khususnya di sektor ekonomi dan energi.
4. Otonomi Daerah Jangan Melemah
Dalam hal tata kelola pemerintahan, JK mengingatkan agar kebijakan pemerintah tidak melemahkan otonomi daerah. Ia menilai daerah harus tetap diberikan ruang untuk berkembang dan mengelola potensi masing-masing.
Menurutnya, kebijakan yang terlalu sentralistis justru dapat menghambat pembangunan daerah.
5. Komunikasi Pemerintah Harus Diperbaiki
Poin terakhir yang disoroti JK adalah pentingnya komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Ia menilai komunikasi yang baik akan membantu publik memahami kebijakan yang diambil pemerintah.
“Komunikasi pemerintah kepada masyarakat itu penting,” ujar JK.
Ia menekankan bahwa tanpa komunikasi yang efektif, kebijakan pemerintah berpotensi disalahpahami oleh masyarakat.
Tekankan Keseimbangan Kebijakan
Secara keseluruhan, JK mengingatkan bahwa pemerintah perlu menjaga keseimbangan antara kebijakan ekonomi, politik, dan sosial. Ia juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam mengambil keputusan strategis agar tidak menimbulkan dampak jangka panjang.
Saran tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian terhadap arah kebijakan nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.













