Koma.id– Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, akhirnya menyampaikan pernyataan publik usai menjalani perawatan intensif akibat serangan penyiraman air keras yang dialaminya di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada 12 Maret 2026. Hingga kini, Andrie masih dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo setelah menjalani perawatan selama 22 hari.
Melalui rekaman suara yang dibuat di rumah sakit, Andrie menyampaikan apresiasi atas dukungan yang mengalir dari berbagai pihak.
“Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut,” kata Andrie, dalam rekaman suara dikutip.
Ia menegaskan akan tetap tegar menghadapi situasi tersebut.
“Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian, a luta continua! Panjang umur perjuangan!” imbuh Andrie.
Prabowo Kumpulkan 400 Pegawai BUMN di Hambalang Buat Digembleng Jadi Calon Pemimpin Masa Depan
Sementara itu, Kepala Divisi Impunitas KontraS, Jane Rosalina, menjelaskan rekaman suara Andrie Yunus itu direkam di RSCM pada Rabu (1/4/2026) kemarin.
“Tapi Andrie berpesan tetap harus disuarakan dan dituntut pertanggungjawabannya secara menyeluruh baik aktor lapangan maupun aktor intelektualnya secara transparan dan akuntabel,” ungkap Jane.
Secara medis, kondisi Andrie masih dalam penanganan intensif di unit High Care Unit (HCU). Tim dokter menemukan adanya kerusakan serius pada bagian mata, termasuk penipisan kornea dan dugaan kerusakan dinding bola mata.
Sementara itu, perkembangan proses hukum kasus ini memasuki tahap baru. Polda Metro Jaya menyatakan telah melimpahkan penanganan perkara kepada Pusat Polisi Militer TNI.
“Saat ini kewenangan penyidik Polda Metro Jaya sudah sampai di situ, menyerahkan hasil penyelidikan dan barang bukti secara digital,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto.







