Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahRagam

BNPB Catat Dampak Gempa M7,6: 190 Rumah Rusak, 355 Warga Mengungsi

Views
×

BNPB Catat Dampak Gempa M7,6: 190 Rumah Rusak, 355 Warga Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Tim Rescue Basarnas

Koma.id | Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (02/04). Hingga Jumat (03/04), tercatat 190 rumah rusak dan 355 jiwa warga mengungsi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut gempa juga menimbulkan korban jiwa.

Silakan gulirkan ke bawah

“Satu orang meninggal dunia di Kota Manado dan satu orang lainnya mengalami luka ringan di Kabupaten Minahasa,” ujarnya.

Di Kota Manado, gempa merusak satu hotel, lima kantor, dan Gedung KONI. Sementara di Kabupaten Minahasa, tercatat 17 rumah rusak, satu kantor pemerintahan, dua fasilitas ibadah, serta satu akses jalan terdampak.

BNPB mencatat 134 kepala keluarga (KK) terdampak di Kota Ternate, tujuh KK di Halmahera Tengah, lima KK di Halmahera Barat, dan dua KK di Halmahera Selatan. Kerusakan paling banyak terjadi di Ternate dengan 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, dan 66 rusak ringan, serta enam fasilitas ibadah terdampak.

Di Kota Tidore Kepulauan, 25 rumah rusak ringan, lima fasilitas ibadah, dan satu fasilitas umum terdampak. Sebanyak 355 warga di wilayah ini terpaksa mengungsi. Sementara di Halmahera Selatan, dua rumah rusak sedang, satu fasilitas pendidikan, dan satu jembatan mengalami kerusakan. Di Halmahera Tengah, tercatat dua rumah rusak berat dan lima rusak sedang, sedangkan di Halmahera Barat lima rumah rusak ringan.

Muhari menegaskan BPBD setempat masih melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Pendataan dan penyaluran bantuan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.