Koma.id – Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Dimas Bagus Arya, menyampaikan dua hari setelah kejadian penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus, tepatnya pada 14 Maret 2026, pihak KontraS menerima informasi mengenai kunjungan pejabat negara.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diketahui datang menjenguk korban di rumah sakit. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit di selasar, Dimas menegaskan bahwa pihaknya tidak membutuhkan pencitraan dalam kasus ini.
“Kami tidak butuh pencitraan, tapi komitmen untuk penyelesaian kasus. Wapres Gibran menyampaikan bahwa ia diminta oleh Presiden Prabowo Subianto, dan bahwa sudah ada instruksi untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Dimas dalam program diskusi Bocor Alus, Tempo, Sabtu (28/3/2026).
Ia menekankan agar aparat penegak hukum tidak hanya berhenti pada pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap aktor intelektual di balik serangan tersebut.







