Koma.id | Lampung – PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan langkah antisipatif menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 2026 dengan skema Satu Kapal Khusus Sepeda Motor di Pelabuhan Bakauheni. Kebijakan ini akan diterapkan jika volume kendaraan roda dua meningkat tajam pada periode puncak arus balik.
Executive Director Regional II ASDP, Zulvidon, menyebut puncak arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada Selasa, 24 Maret 2026 dan Sabtu–Minggu, 28–29 Maret 2026.
“Untuk sepeda motor kita antisipasi di tanggal 24, 25, dan juga 27–28 Maret. Jika kepadatan meningkat, akan ada kapal khusus sepeda motor,” ujarnya.
Meski skema sudah disiapkan, Zulvidon menegaskan saat ini sepeda motor masih diangkut bersama mobil dalam satu kapal.
“Sekarang masih tergolong lancar, jadi belum ada kapal khusus. Nanti kita lihat kepadatannya, baru kita gunakan skema khusus,” jelasnya.
Menurut Zulvidon, tren arus balik tahun ini relatif lebih terkendali karena masa libur Lebaran yang panjang. Hal ini membuat masyarakat tidak pulang secara bersamaan, sehingga distribusi perjalanan lebih merata.
Data Posko Bakauheni mencatat dalam 24 jam terakhir terdapat 146 trip kapal dengan total 51.751 penumpang, naik 30,5 persen dibanding tahun lalu. Total kendaraan mencapai 14.094 unit, dengan lonjakan terbesar pada sepeda motor (5.248 unit, naik 59,4 persen) dan kendaraan logistik (1.202 unit, naik 189,6 persen).
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menegaskan operasional berjalan optimal dengan skema pengendalian adaptif. Kendaraan golongan tertentu dialihkan ke Pelabuhan BBJ Muara Pilu, sementara truk besar diarahkan ke buffer zone dan rest area tol.
“Arus kendaraan masih dalam batas kapasitas layanan. Pola kedatangan merata sehingga bongkar muat kapal berlangsung cepat tanpa hambatan,” katanya.
Dengan kesiapan skema kapal khusus sepeda motor, ASDP optimistis arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni dapat tetap tertib, lancar, dan terkendali meski terjadi lonjakan volume kendaraan.








