Koma.id | Bandung – Arus lalu lintas di Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terpantau padat pada Minggu malam (22/03). Kepadatan terjadi mulai dari turunan curam Cikaledong selepas perlintasan kereta api sebidang hingga Cagak Nagreg, baik ke arah Garut maupun Tasikmalaya.
Data Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat, hingga pukul 18.00 WIB sebanyak 107.454 kendaraan melintas menuju Garut dan Tasikmalaya, sementara 80.192 kendaraan bergerak dari arah sebaliknya menuju Bandung.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, mengatakan kepadatan mulai terjadi sejak petang.
“Seperti prediksi, kepadatan ini memang terjadi karena masih ada arus mudik yang mayoritas mudik lokal dan bercampur dengan arus wisata, sehingga terlihat arus lalu lintas mulai terjadi kepadatan kendaraan karena ada hambatan di Limbangan dan Kadungora,” ujarnya.
Eric menambahkan, kepadatan juga dipicu oleh mulai bergeraknya arus balik dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Bandung.
“Yang tercatat sampai pukul 18.00 WIB ada sekitar 80 ribu kendaraan melintas, sehingga terjadi kepadatan,” katanya.
Meski angka kendaraan malam ini cukup tinggi, Eric belum dapat memastikan apakah jumlah tersebut akan melampaui puncak arus mudik H-2 Lebaran 2026 yang mencapai 150.716 kendaraan dalam 24 jam. “Ini kita masih pantau,” tuturnya.
Dishub Kabupaten Bandung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap cuaca ekstrem di jalur berbukit Nagreg. Pemudik juga diminta menghindari penggunaan sepeda motor pada malam hari dan memanfaatkan fasilitas mudik gratis yang disediakan pemerintah.
“Kewaspadaan perlu ditingkatkan karena jalur Nagreg memiliki kontur jalan berbukit dengan tanjakan dan turunan curam yang semakin berbahaya ketika cuaca ekstrem melanda,” kata Eric.








