Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

YLBHI Sentil TNI Masuk Sebelum Diminta Bantuan Pengamanan Demonstrasi Agustus Berujung Ricuh

Views
×

YLBHI Sentil TNI Masuk Sebelum Diminta Bantuan Pengamanan Demonstrasi Agustus Berujung Ricuh

Sebarkan artikel ini
Arif Maulana
Advokat sekaligus Ketua bidang Sipol Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Arif Maulana.

KOMA.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Advokasi Bidang Sipol YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia), Arif Maulana membeberkan kejanggalan dalam peristiwa demonstrasi Agustus 2025 yang berujung kericuhan.

Hal ini disampaikan dalam diskusi publik “Adakah Peran Militer dalam Peristiwa Agustus 2025?” pada hari Sabtu, 28 Februari 2026 di Kantor Eksekutif Nasional WALHI.

Silakan gulirkan ke bawah

Keanehan itu mulai dicium YLBHI setelah pihaknya mendeteksi adanya pergerakan TNI sebelum pengamanan aksi unjuk rasa besar akhir bulan Agustus 2025 lalu dilakukan oleh aparat Kepolisian.

“YLBHI ini kan punya kantor di 18 provinsi di Indonesia. Kami juga memantau di berbagai daerah dan melihat keanehan ini ya, melihat kejanggalan yang terjadi dan kemudian mencoba untuk melakukan pemantauan,” kata Arif.

Terdapat pergerakan dari unsur aparat yang disinyalir berasal dari institusi TNI masuk ke wilayah massa. Padahal kata Arif, saat itu belum ada permohonan perbantuan keamanan. Dan bukan sekadar prajurit, bahkan TNI menurut Arif sampai menerjunkan badan intelijen mereka.

“Orang-orang yang kemudian diidentifikasi sebagai aparat ya, aparat itu kemudian hadir di lapangan ya, dan itu bukan hanya di satu tempat gitu ya, misalkan di Jakarta begitu ya, tapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Dan itu sebelum kepolisian itu mengajukan permohonan perbantuan kepada Tentara Nasional Republik Indonesia ya,” ujarnya.

Sebab kata dia, menurut catatan yang didapati bahwa Polri melalui Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo baru mengajukan permohonan penebalan bantuan pengamanan ke TNI pada tanggal 30 Agustus 2025. Sementara pergerakan anggota militer tersebut sudah terjadi dua hari sebelumnya.

“Kita tahu bahwa TNI itu dimintai bantuan di tanggal 30 ya, 30 Agustus 2025 dari permintaan Kapolri, dan itu memang dimungkinkan. Tapi kemudian yang terjadi di tanggal 28, tanggal 29 itu mereka sudah turun. Bahkan yang turun bukan hanya TNI prajurit yang aktif, tapi juga ada BAIS-nya juga begitu ya,” tuturnya.

Dan selanjutnya, Arif Maulana menerangkan bahwa pihaknya bersama organisasi kemasyarakatan lainnya mencatat ada perburuan aktivis hingga banyak terjadi penangkapan.

“YLBHI begitu ya, di Kontras juga ada—kita kemudian melihat ada perburuan aktivis itu sejak tanggal 29-30 sudah ada ya. 29-30 pasca Affan meninggal dan kemudian ada penyerangan-penyerangan fasilitas publik itu yang ditangkap-tangkapin kan teman-teman yang aksi ya, dan kita juga merilis update saat itu,” terang Arif.

Yang cukup menarik perhatian YLBHI menurut Arif adalah, aksi demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025 tersebut ternyata memang bukan murni aksi demonstrasi biasa, yang seperti pernah dilakukan sebelumnya. Ada indikasi kuat bahwa terjadi skenario yang digunakan untuk menggeser semangat demokrasi kritis ke aksi kriminalitas.

“Ketika kita tahu bahwa ini nampaknya bukan demonstrasi biasa ya, ini ada upaya memang kemudian mengubah ya demonstrasi yang awalnya memang berupaya untuk ya seperti layaknya kita melakukan demonstrasi ya, itu kemudian berujung pada kerusuhan,” ucapnya.

Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas informasi terkait dengan skandal kerusuhan tersebut, Arif Maulana bersama sejumlah pihak mendorong agar dibentuk Tim Pencari Fakta, sehingga puzzle-puzzle informasi yang ada dapat menghasilkan konklusi.

“Nah tuntutan kita saat itu adalah bersama dengan teman-teman—dan kalau kawan-kawan juga ingat saat itu Gerakan Nasional, Gerakan Nurani Bangsa ya, yang terdiri dari ada beberapa rohaniawan gitu ya dan juga salah satunya Bu Sinta Nuriyah Wahid ya—itu juga menemui Kapolri untuk kemudian mendorong adanya tim investigasi independen untuk mencari fakta terkait peristiwa Agustus-September,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.