Koma.id– Situasi keamanan di Keppi, ibu kota Kabupaten Mappi, Papua Selatan, dipastikan telah kembali kondusif setelah insiden bentrokan antara personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Kedua institusi menyatakan sepakat menahan diri dan menyelesaikan persoalan secara internal demi menjaga soliditas aparat keamanan di wilayah tersebut.
Kapolres Mappi, Kompol Suparmin, menjelaskan insiden bermula dari dugaan adanya anggota Polri yang melintas di depan Markas Komando Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) Keppi menggunakan kendaraan bermotor dengan suara bising, sehingga memicu kesalahpahaman. Situasi sempat memanas dan satu anggota Polres Mappi ditahan di pos batalyon.
Keesokan harinya, Kamis (12/2), saat sejumlah anggota Polri mendatangi lokasi untuk menjemput rekannya, terjadi aksi pelemparan ke arah pos jaga yang kemudian memicu pertikaian. Dalam insiden tersebut, dua anggota Polri dilaporkan mengalami luka.
Meski demikian, aparat dari kedua institusi bergerak cepat untuk meredam eskalasi. Saat ini, kondisi di Keppi telah kembali normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa. Pimpinan TNI dan Polri di daerah setempat telah melakukan koordinasi guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Secara terpisah, Kapendam Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Infanteri Iwan Dwi Prihartono, menyebut peristiwa tersebut dipicu kesalahpahaman. Ia juga menyinggung faktor peredaran minuman keras di wilayah Mappi yang diduga menjadi salah satu pemicu ketegangan.







