Koma.id – Pengamat politik, Adian Radiatus, menilai bahwa eksistensi politik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo di ruang publik akan terus terjaga selama kasus dugaan ijazah palsu belum tuntas dan tidak ada putusan hukum yang bersifat final.
Menurutnya, jika ada pemilihan sosok pemimpin kategori bintang politik Indonesia, maka tahun 2025 lalu praktis diraih oleh Jokowi, terutama terkait kasus ijazahnya yang masih menjadi polemik antara palsu atau asli.
“Bagi saya, tampaknya tidak ada satu pun lembaga yang dapat menuntaskan kasus ijazah Jokowi, bahkan pengadilan sekali pun,” ujar Adian dalam keterangannya pada Minggu (4/1/2026).
Dia mengungkapkan, kasus ijazah ini membuat Jokowi tampil seakan tiada hari tanpa warganet membahasnya di berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, Instagram, link media maupun berbagai Group WhatsApp.
“Ramai pro dan kontra selama Jokowi mengurus negara ini, namun paling riuh justru masalah keabsahan ijazahnya,” sambungnya.
Terlebih, saat ini kasus ijazah tersebut bukan hanya melibatkan Jokowi dan Roy Suryo cs sebagai tersangka, tapi sudah menyeret Partai Demokrat khususnya nama Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan, Partai Demokrat juga berniat membawa tudingan bila SBY terkait kasus tersebut ke ranah hukum.
“Partai Demokrat juga sudah mengeluarkan pernyataan akan memberikan somasi kepada pihak-pihak yang mengaitkan SBY dalam kasus ijazah Jokowi. Ini semakin memberi ‘panggung’ bagi kasus ijazah Jokowi, meski Demokrat beralasan untuk membersihkan nama SBY,” kata Adian.











