Koma.id – Koordinator Aliansi Pemuda Cinta Damai (APCD), Hans Franky aksi oknum debt collector alias mata elang dianggap sebagian pihak sangat meresahkan keberadaannya.
Hal ini dikarenakan langkah yang dilakukan disertai dengan aksi premanisme sehingga masyarakat dinilai menghadapi intimidasi hingga tekanan psikis kepada korban.
“Dibanyak peristiwa, korban dipaksa turun, dihadang, bahkan tekanannan lainya. Tak jarang berujung dengan penyitaan kendaraa tanpa alasan sah,” ujar Hans pada Jumat (12/12/2025).
Menurut Hans, mekanisme penarikan kendaraan wajib melalui putusan pengadilan, bukan aksi koboi jalanan yang membuat warga ketakutan.
Ia berharap aparat keamanan atau pihak yang berwajib diimbau untuk bertindak tegas agar masyarakat mendapatkan jaminan hukum yang optimal dengan hadirnya rasa aman dan nyaman.
“Polisi diminta bertindak tegas. Jangan biarkan jalanan dikuasai oknum-oknum yang seenaknya mengintimidasi rakyat. Kita semua berhak atas rasa aman,” ujarnya.







