Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Bupati Tapteng: Kayu Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Illegal Logging

Views
×

Bupati Tapteng: Kayu Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Illegal Logging

Sebarkan artikel ini
Bupati Tapteng: Kayu Gelondongan Terbawa Banjir Berasal dari Illegal Logging
Kayu gelondongan terbawa arus banjir di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (28/11). (Foto/Istimewa)

Koma.id – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, angkat bicara mengenai fenomena ribuan kayu gelondongan yang terbawa arus banjir bandang di sejumlah wilayah Sumatra. Ia memastikan bahwa kayu-kayu tersebut bukan berasal dari aktivitas resmi, melainkan hasil pembalakan liar dan praktik ilegal lain yang selama ini terjadi di kawasan hulu.

Masinton menegaskan bahwa temuan tersebut sejalan dengan berbagai kasus peredaran kayu ilegal yang sebelumnya telah diungkap aparat di wilayah terdampak. “Itu jelas kayu dari pembalakan liar. Kita sudah beberapa kali menemukan bukti peredaran kayu ilegal di daerah ini,” kata Masinton.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya, kerusakan hutan di kawasan perbukitan menjadi faktor pemicu besarnya dampak banjir bandang tahun ini. Ia menyebut telah terjadi pembabatan hutan secara masif, kemudian lahan-lahan yang gundul tersebut diganti dengan tanaman sawit. “Hutan di perbukitan ditebang, diganti sawit. Ini yang membuat daya serap air hilang, lalu banjir membawa semua material, termasuk kayu gelondongan itu,” ujarnya.

Masinton mengaku terus berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatra Utara untuk penindakan dan pengawasan. Namun, ia menyebut pihak dinas juga terbatas dalam hal personel dan mobilisasi. “Mereka juga punya kendala soal tenaga, peralatan, dan mobilitas di lapangan,” katanya.

Fenomena kayu gelondongan terbawa arus ini mencuat setelah sebuah video viral di media sosial. Rekaman tersebut, yang diduga diambil di wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, memperlihatkan ratusan hingga ribuan batang kayu utuh terbawa derasnya air.

Warganet pun ramai mengaitkan peristiwa itu dengan maraknya deforestasi di Sumatra, terutama di kawasan yang dilanda banjir dan longsor dalam beberapa waktu terakhir. Banyak yang menyebut bahwa bencana yang terjadi bukan semata fenomena alam, melainkan buah dari kerusakan lingkungan yang dibiarkan berlangsung bertahun-tahun.

Masinton berharap temuan ini menjadi momentum untuk memperketat penegakan hukum dan memperkuat perlindungan hutan. “Kalau hulu hancur, hilir pasti menanggung akibatnya. Kita harus hentikan pembalakan liar ini,” tegasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.