Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasional

Gus Yahya Hadapi Pemakzulan dengan Pecat Gus Ipul

Views
×

Gus Yahya Hadapi Pemakzulan dengan Pecat Gus Ipul

Sebarkan artikel ini
Gus Yahya Hadapi Pemakzulan dengan Pecat Gus Ipul

Koma.id Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, melakukan rotasi besar-besaran di jajaran pengurus Tanfidziyah. Salah satu perubahan paling mencolok adalah memecat Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul dari posisi Sekretaris Jenderal.

Keputusan ini diambil dalam rapat Tanfidziyah yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat, 28 November 2025 menyusul sebelumya jug dilakukan pemakzulan Gus Yahya oleh Syuriyah PBNU dan menudingnya melanggar prinsip NU, termasuk mengundang tokoh Zionis dan kelalaian dalam pengelolaan keuangan PBNU.

Silakan gulirkan ke bawah

“Tugas-tugas dan pekerjaan-pekerjaan PBNU tidak pernah terhenti karena alasan apapun, termasuk realitas yang boleh dikatakan sebagai turbulensi hari-hari ini,” ujarnya saat konferensi usai menggelar rapat Tanfidziyah.

Dalam konferensi pers usai rapat, Gus Yahya menyatakan bahwa PBNU tengah mengalami turbulensi, tetapi tugas-tugas organisasi tidak boleh terhenti.

Ia menekankan bahwa beberapa klaster kerja, terutama Kesekretariatan Jenderal, sempat terhambat karena ketidakhadiran fisik Gus Ipul di kantor PBNU selama menjabat Menteri Sosial. Beberapa surat keputusan bahkan tertunda selama setahun.

“Sekjen yang kemudian menjadi Menteri Sosial sudah setahun ini sama sekali tidak sempat menengok kantor PBNU. Walaupun bisa berkoordinasi virtual, tetapi ketidakhadiran fisik menciptakan banyak kendala,” ujar Gus Yahya.

Ia menyebut, beberapa SK bahkan terhenti di meja Sekjen selama setahun. Selain itu, sektor kebendaharaan juga terdampak karena bendahara umum sebelumnya tidak terlibat aktif dalam manajemen lebih dari dua bulan terakhir.

Untuk mengatasi stagnasi ini, PBNU merujuk pada Anggaran Rumah Tangga Nahdlatul Ulama Pasal 94 serta Peraturan Perkumpulan Nomor 10 Tahun 2025 dan Nomor 13 Tahun 2025 yang memberikan ruang bagi rotasi jabatan sebagai bentuk penataan tugas pengurus.

“Rotasi jabatan ini bisa diputuskan dengan asas kompartementasi manajemen tadi hal-hal yang menyangkut Tanfidziyah bisa diputuskan di tingkat rapat Tanfidziyah.

“Maka rapat ini memutuskan untuk melakukan rotasi jabatan diantara jajaran pengurus Tanfidziyah sebagai berikut,” ucap Gus Yahya.

Dalam rapat tersebut diputuskan rotasi beberapa posisi strategis:

1. KH Masyhuri Malik dari Ketua PBNU menjadi Wakil Ketua Umum PBNU

2. Dr Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dari Sekjen menjadi Ketua PBNU

3. Haji Gudfan Arif dari Bendahara Umum menjadi Ketua PBNU

4. Haji Amin Said Husni dari Wakil Ketua Umum menjadi Sekjen PBNU

5. Haji Sumantri dari Bendahara menjadi Bendahara Umum

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.