Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasional

Purbaya Ultimatum Bea Cukai, Jika Gagal Berbenah 16.000 Pegawai Bakal Dirumahkan

Views
×

Purbaya Ultimatum Bea Cukai, Jika Gagal Berbenah 16.000 Pegawai Bakal Dirumahkan

Sebarkan artikel ini
Purbaya Ultimatum Bea Cukai, Jika Gagal Berbenah 16.000 Pegawai Bakal Dirumahkan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan sidak ke gudang penyimpanan pakaian impor ilegal di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (31/10). (Foto/Istimewa)

Koma.id Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan peringatan keras kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) agar segera melakukan perbaikan kinerja di tengah citra publik yang terus merosot.

Silakan gulirkan ke bawah

Purbaya mengungkapkan, jika dalam satu tahun tidak ada perubahan signifikan, pemerintah membuka opsi pembekuan DJBC dan menggantinya dengan perusahaan survei asal Swiss, Societe Generale de Surveillance (SGS), seperti yang pernah diberlakukan pada era Orde Baru.

Bahkan 1a telah meminta waktu khusus kepada Presiden Prabowo Subianto agar proses pembenahan bisa berjalan tanpa gangguan.

“Saya sudah minta waktu ke Presiden, satu tahun untuk nggak diganggu dulu. Saya biarkan, biarkan saya beri waktu saya untuk memperbaiki Bea Cukai, karena ancamannya serius,” ujar Purbaya kepada wartawan.

Purbaya menyampaikan bahwa ancaman tersebut sudah dipahami para pegawai DJBC, mengingat sekitar 16.000 pegawai berisiko kehilangan pekerjaan bila perbaikan gagal dilakukan.

Salah satu langkah yang tengah ditempuh adalah penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) di seluruh titik operasional untuk mempercepat proses kepabeanan dan mendeteksi potensi penyimpangan, termasuk under invoicing.

Ia juga menyoroti citra buruk Bea Cukai di masyarakat hingga ke level pimpinan negara, dan menegaskan agar pembenahan dilakukan secara serius demi mengembalikan profesionalitas institusi tersebut.

“Bea Cukai, saya sudah panggil mereka, kita rapat internal ya, kita diskusikan dengan mereka. Saya bilang begini, image Bea Cukai kurang bagus di media, di masyarakat, di pimpinan tertinggi kita. Jadi kita harus perbaiki dengan serius,” kata Purbaya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.