Koma.id – Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menekankan pentingnya adaptasi institusi Polri terhadap perkembangan zaman. Ketua Umum Peradah Indonesia, I Putu Yoga Saputra, menilai komitmen tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam membangun pelayanan publik yang lebih modern dan responsif.
“Kami mengapresiasi komitmen Kapolri yang menekankan adaptasi Polri terhadap perkembangan dunia modern. Di tengah percepatan teknologi dan dinamika sosial, Polri memang dituntut untuk semakin profesional dan mampu mengikuti perubahan,” ujar Yoga dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (26/11).
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
Dorong Profesionalisme dan Digitalisasi Layanan
Yoga mengatakan penekanan Kapolri yang disampaikan dalam Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) menggambarkan arah transformasi yang jelas. Menurutnya, digitalisasi layanan, peningkatan transparansi, dan kemampuan merespons cepat laporan masyarakat merupakan indikator positif dari upaya Polri menuju institusi yang lebih modern.
Ia memandang langkah tersebut sebagai pondasi strategis untuk menghadapi tantangan keamanan maupun pelayanan publik ke depan.
Dari Menjaga ke Melayani
Salah satu aspek yang mendapat perhatian khusus dari Peradah adalah tekad Kapolri mengubah paradigma tugas Polri dari sekadar “menjaga” menjadi “melayani”. Yoga menyebut perubahan pendekatan itu penting, terutama dalam penanganan aksi demonstrasi.
“Kapolri menegaskan perlunya pendekatan humanis dalam menangani massa aksi. Ini penting karena demonstrasi adalah bagian dari dinamika demokrasi,” kata Yoga. Menurutnya, pendekatan melayani dan dialogis akan mengurangi ketegangan dan menjaga stabilitas tanpa mengorbankan hak-hak warga.
Peradah menilai konsistensi pesan tersebut sebagai bukti Polri tengah memperkuat etika pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat. “Transformasi paradigma ini menunjukkan bahwa Polri ingin menjadi lebih dari sekadar institusi penegak hukum; tetapi juga institusi pelayan publik,” tegasnya.
Dampak bagi Kelompok Rentan dan Ruang Publik
Peradah Indonesia meyakini perubahan internal Polri akan berdampak signifikan pada kualitas kehidupan masyarakat, terutama generasi muda, perempuan, serta kelompok rentan lainnya. Polri yang adaptif dan modern, kata Yoga, mampu memberikan perlindungan maksimal di ruang publik, menjaga kegiatan keagamaan dan kebudayaan, serta memastikan proses demokrasi berjalan damai.
“Kami optimistis Polri yang adaptif akan semakin dipercaya publik. Harapan kami, transformasi ini tidak berhenti pada level kebijakan, tetapi benar-benar hadir hingga tingkat paling bawah,” ucapnya.
Menurut Yoga, pendidikan etika, kemampuan komunikasi, dan pemahaman sosial harus diperkuat di seluruh satuan agar paradigma baru ini benar-benar terasa oleh masyarakat.
Siap Jadi Mitra Strategis Polri
Di sisi lain, Peradah Indonesia menegaskan kesiapannya menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Yoga mengajak pemuda di seluruh Indonesia untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, dan kondusif.
“Pemuda ingin melihat Polri yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga fleksibel, empatik, dan modern dalam melayani masyarakat. Dengan komitmen Kapolri yang progresif, kami percaya arah perubahan ini akan membawa Polri semakin profesional ke depannya,” tutup Yoga.







