Koma.id | Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) resmi melantik lebih dari 400 pejabat struktural dan vertikal yang akan bertugas di seluruh wilayah Indonesia. Pelantikan ini menandai penyempurnaan struktur organisasi Kemenhaj mulai dari tingkat pusat hingga kecamatan, sebagai langkah percepatan layanan perhajian menjelang musim haji 2026.
Prosesi pelantikan berlangsung secara hybrid dari Masjid Al-Ikhlas, Kemenhaj RI, Jakarta Pusat, Jumat (28/11/2025). Acara dipimpin oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, mewakili Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf yang tengah bertugas di Yogyakarta.
“Hari ini yang dilantik ada lebih dari 400 pejabat. Terutama pejabat vertikal, hanya satu pejabat di pusat. Jadi, 400 lebih pejabat tersebut adalah pejabat vertikal,” ujar Dahnil.
Ia menegaskan, struktur Kemenhaj kini sudah lengkap hingga ke tingkat kabupaten/kota bahkan kecamatan. Sebanyak 34 Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) dan seluruh Kepala Kantor Kabupaten/Kota resmi dilantik. Mayoritas akan berkantor di Asrama Haji tiap daerah, sementara provinsi Riau dan Bali akan menggunakan fasilitas pemerintah daerah karena belum memiliki asrama haji.
Dahnil menambahkan, sebagian besar kantor di tingkat kabupaten/kota akan memanfaatkan PLHUT (Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu) sebagai basis operasional.
Terkait proses penilaian, Dahnil mengakui ada screening bagi pejabat yang dilantik, meski tidak seketat di tingkat pusat karena keterbatasan waktu.
“Kalau screening-nya tidak sempurna, ya maklum. Makanya kami akan benahi lagi setelah nanti musim haji kedua. Ini kan musim haji pertama yang harus kami persiapkan, dan tenggat waktu itu berkejaran,” jelasnya.
Dalam amanatnya, Dahnil menekankan pentingnya integritas sebagai wajah utama Kemenhaj.
“Wajah integritas harus menjadi wajah utama Bapak Ibu di daerah nanti. Jangan sekali-kali mengkhianati amanah yang diberikan,” tegasnya.
Ia juga menekankan nilai antikorupsi, antimanipulasi, dan anti-rente sebagai prinsip kerja yang harus dijunjung tinggi. Menurutnya, sorotan publik terhadap penyelenggaraan haji dan umrah sangat tajam sehingga kinerja optimal menjadi keharusan.

“Hari ini rentang komando sudah jelas. Mari bekerja sebagai satu tim yang solid. Kita hanya punya waktu kurang dari satu bulan untuk menyelesaikan struktur hingga tingkat bawah. Ini adalah musim haji pertama yang digawangi Kemenhaj. Kita tidak punya ruang untuk salah langkah,” ujar Dahnil.
Di akhir sambutan, Dahnil mengajak seluruh pejabat mendoakan korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Kami turut berduka dan prihatin atas musibah yang dialami saudara-saudara kita. Semoga Allah memberikan ketabahan, perlindungan, dan kekuatan bagi mereka,” tutupnya.
Pelantikan ini melengkapi tahapan penataan kelembagaan Kemenhaj RI setelah sebelumnya dilakukan pelantikan pejabat eselon pusat.








