Koma.id– Pengamat Centre for Islamic and Ethnic Studies (CIE), Muhammad Chaerul meminta publik tidak langsung berasumsi serampangan, menyusul temuan sebuah lencana Polisi dan tanda Akpol di dalam Nissan X-Trail hitam bernomor D 1160 UN yang ringsek di KM 136 Tol Trans Sumatra jalur B, Kamis (20/11/2025).
Menurut Chaerul bahwa atribut semacam itu dapat dibeli secara bebas, sehingga sangat mungkin hanya dijadikan simbol untuk mengaburkan jejak pelaku.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
“Lencana Polri di pasaran itu banyak, bisa dibeli di toko atribut maupun online. Jadi jangan langsung menarik kesimpulan,” ujar Chaerul, kepada awak media, Jumat (21/11/2025).
Justru ada kemungkinan kuat bahwa pelaku sengaja menaruh atribut tersebut untuk menyerang citra polisi, mengalihkan kecurigaan, atau mengaburkan identitasnya agar publik terprovokasi dan aparat tersudut tanpa alasan.
“Kuat dugaan ini bisa saja pelaku sengaja menaruh atribut itu untuk menyerang citra polisi atau mengaburkan identitasnya,” tandasnya.
Diketahui, Tim PJR Ditlantas Polda Lampung bersama Bravo Tol Bakter dan BKO TNI Korem 043/Garuda Hitam sebelumnya menemukan mobil kosong itu dalam kondisi ringsek tanpa pengemudi.
Penyisiran lanjutan mengarah pada penemuan lima tas besar berisi lebih dari 75.085 butir ekstasi, termasuk satu tas biru di dalam kabin serta empat tas tambahan di area underpass tak jauh dari lokasi. Selain paket narkotika, petugas menemukan lencana Polisi, tanda Akpol, ransel, dan alat hisap bong.







