Koma.id — Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi ungkap temuan sejumlah dugaan pelanggaran muncul dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
MBG yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menjadi sorotan publik. Mulai dari penggunaan alat dapur yang tidak memenuhi standar hingga pemalsuan label produk.
Uchok menyebut temuan tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak sebagai penerima manfaat program.
Legal Aware, Smart Digital! Mahasiswa dan Kampus Cetak Generasi Melek Hukum Siber di MA Cikande
“Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tapi ancaman langsung terhadap kesehatan anak-anak,” ujarnya, Jumat (31/10).
Menurut CBA, sebagian alat dapur yang digunakan dalam program MBG (seperti steamer dan food tray) diduga merupakan barang impor ilegal dari China yang disamarkan dengan label palsu. Beberapa di antaranya bahkan menampilkan logo MBG dan tanda SNI palsu.
Uchok menilai praktik tersebut tidak hanya melanggar hukum perdagangan dan standar keamanan pangan, tetapi juga berpotensi masuk dalam kategori tindak pidana korupsi, karena menggunakan dana APBN untuk membeli barang yang tidak sah.
“Kalau benar terbukti alat dan perlengkapan makan itu tidak sesuai standar, apalagi dipalsukan, maka ini jelas penyimpangan serius terhadap prinsip akuntabilitas anggaran negara,” tegas Uchok.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian terkait yang mengelola program MBG belum memberikan tanggapan resmi atas temuan CBA tersebut.
Program Makanan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah yang menyasar pelajar dan anak usia sekolah, dengan tujuan meningkatkan gizi dan kualitas sumber daya manusia sejak dini.













