Koma.id– Mayoritas masyarakat Indonesia tidak mempercayai isu ijazah palsu yang menyeret Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) serta menolak wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Hal ini terungkap dari hasil survei terbaru Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 3–10 Oktober 2025.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, menjelaskan bahwa isu ijazah palsu Jokowi tidak mendapat kepercayaan publik. Di mana yang percaya 16,1 persen, yang tidak percaya jauh lebih banyak, 56,8 persen.
Sementara itu, terkait wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran, publik dinilai belum banyak mengetahui atau mengikuti isu tersebut. Berdasarkan hasil survei, 50,5 persen responden mengaku tidak mengetahui adanya wacana tersebut, sementara hanya 38 persen yang mengaku mengetahuinya.







