Koma.id – Ketua Asosiasi Pengemudi Online Bersatu (APOB), Bang Kemed menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dalam refleksi satu tahun pemerintahan, mereka menilai kesejahteraan dan perlindungan sosial terhadap pengemudi online mulai membaik.
Ia mengatakan bahwa baru pada era Prabowo–Gibran komunitas ojol benar-benar mendapatkan perhatian nyata dari pemerintah.
“Dulu kami hanya dianggap pelengkap ekonomi digital. Sekarang kami bisa dapat bantuan sosial, pelatihan, bahkan akses perlindungan kesehatan,” ujarnya dalam diskusi “Setahun Prabowo–Gibran: Curhat Ojol tentang Aspirasi dan Harapan untuk Pemerintah” di Jakarta, Kamis (17/10).
Bang Kemed menambahkan, komunitas ojol kini juga digandeng oleh Polda Metro Jaya sebagai mitra penerima informasi untuk membantu menjaga keamanan jalanan.
“Kalau ada kejahatan, teman-teman ojol sering jadi saksi pertama atau bahkan bantu menangkap pelaku. Kami sudah sering koordinasi dengan kepolisian, itu bentuk nyata peran kami di masyarakat,” katanya.
Ia mengungkapkan, ada sejumlah kasus kejahatan jalanan di mana pengemudi ojol turut membantu aparat. “Pernah ada kasus penjambretan, teman-teman langsung kejar dan lapor ke polisi. Sekarang hubungan kami makin solid,” tambahnya.
Menjelang dinamika politik yang kian cepat, Bang Kemed juga mengimbau sesama pengemudi online agar tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi.
“Fokuslah mencari rezeki halal. Jangan mau diadu domba oleh isu-isu politik di media sosial. Kita ini rakyat kecil, yang penting kerja dan jaga persaudaraan,” ujarnya.
Sementara itu, dari sisi kebijakan, APOB menilai pemerintahan Prabowo–Gibran telah membawa angin segar bagi ekonomi digital. APOB menilai kebijakan bantuan sosial, subsidi BBM, dan program pelatihan digital bagi mitra transportasi daring menjadi bentuk keberpihakan nyata terhadap pelaku ekonomi sektor informal.
Namun demikian, APOB juga mengingatkan agar para menteri kabinet tetap menjaga etika dan soliditas pemerintahan.
“Pemerintahan Prabowo–Gibran sudah di jalur yang baik, tapi menteri-menterinya harus dijaga etikanya. Jangan sampai kerja keras presiden tercoreng perilaku individu di kabinet,” ujar Kemed.
Ia berharap agar pemerintah terus membuka ruang dialog dengan komunitas pengemudi online, terutama dalam pembahasan regulasi perlindungan kerja digital.
“Kami bukan minta dikasihani, kami cuma minta dihargai sebagai bagian dari roda ekonomi bangsa,” tegasnya.









